Brii Story Siapkan 2 Novel Horor Lagi Salah Satunya soal Desa Mistis

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 14 Okt 2020 12:23 WIB
Brii Story
Brii Story Foto: Brii Story/ Istimewa
Jakarta -

Brii Story dikenal sebagai penulis cerita horor yang eksis di jagat maya. Dimulai dari akun Twitter @BriiStory yang digemari netizen, kelihaian menulisnya semakin tak diragukan lagi.

Dari Thread Twitter, cerita pria yang akrab disapa Brii itu menerbitkan ceritanya menjadi dua buku yakni Rumah Teteh dan Rumah di Perkebunan Karet.

Kini Brii mengaku sudah menyiapkan dua naskah untuk dua buku berikutnya. Tapi pandemi COVID-19 membuat rencana penerbitan bukunya tertunda untuk sementara waktu.

"Sebenarnya sudah siap naskah buat buku ketiga dan keempat, tapi dari pihak penerbit belum kasih lampu hijau," tuturnya ketika berbincang dengan detikcom, belum lama ini.

Brii mengatakan naskah untuk buku ketiga mengisahkan tentang satu desa mistis yang ada di Kalimantan. Desa itu pernah didatangi Brii saat ia bekerja pada 2012.

"Ada satu desa yang sepertinya desa itu menjadi pintu gerbang antara dunia nyata dan dunia lain. Sebenarnya ini lebih kental ke cerita misteri sih, jarang ada penampakan hantu. Tapi lebih ke teror dan mencekam sih," ucap Brii menerangkan.

Desa yang berada di pedalaman hutan Kalimantan itu berada di garis Khatulistiwa. Seharusnya, cuaca di desa akan lebih panas ketimbang kota-kota lainnnya tapi Brii merasakan sendiri kalau cuacanya malah lebih sejuk.

Brii StoryBrii Story Foto: Brii Story/ Istimewa

"Kayak di daerah Puncak gitu, padahal pas banget Khatulistiwa," tegasnya.

Sedangkan naskah buku keempat sudah disiapkan tentang pengalaman saat Brii kecil. Setiap kali menuliskan Thread, Brii memang kerap menuliskan hastag #Briistorykecil.

"Naskah ini tinggal dipilih saja, cuma saya masih menunggu karena pandemi banyak naskah dari penulis lain yang mundur juga," kata Brii.

Brii mulai menuliskan konten cerita horor di Twitter sejak tahun 2016. Tak disangka cerita mengenai Rumah Teteh soal kuntilanak penghuni kostan-nya di Bandung disukai pembaca.

Rumah di Perkebunan Karet yang mencekam tentang pengalaman pamannya yang bekerja selama 5 tahun di Lampung Selatan juga menjadi cerita terhoror yang pernah ada.



Simak Video "Rizki-Ridho Buka Suara soal Tudingan Rusak Cagar Alam Gunung Guntur"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)