Laksmi Pamuntjak Raih Singapore Book Awards 2020 Lewat Novel Fall Baby

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 19 Agu 2020 07:50 WIB
Laksmi Pamuntjak
Laksmi Pamuntjak saat menerbitkan novel Fall Baby di Kinokuniya Plaza Senayan, Jakarta Foto: Laksmi Pamuntjak (Tia Agnes/detikcom)
Jakarta -

Novel Fall Baby atau dalam bahasa Indonesia berjudul Kekasih Musim Gugur karya Laksmi Pamuntjak meraih penghargaan di Singapore Book Awards 2020. Karya terbarunya itu didaulat mendapatkan kategori sastra terbaik.

Pengumuman pemenang diumumkan secara online pada 13 Agustus oleh Asosiasi Penerbit Buku Singapura dan diterima oleh Nora Nazerene Abu Bakar dari Penguin Random House SEA sebagai penerbit. Fall Baby rilis pada September 2019 dan menjadi terlaris di Asia Tenggara.

"Saya tidak pernah diikutsertakan dalam proses penghargaan ini. Editor saya di Penguin Random House SEA Nora, mengabarkan mau mengajukan buku Fall Baby untuk penghargaan ini, lalu mengabarkan masuk shortlist dan ternyata menang," tutur Laksmi Pamuntjak saat jumpa pers virtual, Selasa (18/8/2020).

Menurut Laksmi, editornya menaruh kepercayaan pada kisah Siri tersebut. Ketika novel Fall Baby menang, Laksmi terkejut dan tak menyangka.

Ia menceritakan saat malam penganugerahan saat itu Jakarta sedang dilanda hujan deras dan penulis Aruna dan Lidahnya ini lupa akan perbedaan waktu saat penganugerahan. Saat ia turun dari mobil, pesan masuk bergulir mengucapkan selamat.

Novel Fall Baby Menangkan Singapore Book Awards 2020Novel Fall Baby Menangkan Singapore Book Awards 2020 Foto: GPU/ Istimewa

"Saya tidak tahu apa yang ada di benak para juri ya karena jurinya kan banyak. Saya pikir mereka tertarik dengan berbagai elemen yang ada di novel ini," terang Laksmi.

Ia melanjutkan kemungkinan saja para juri di Singapore Book Awards 2020 tertarik akan isu hubungan antar dua generasi, ikatan batin antara bapak dan anak, makna adopsi, ikatan darah maupun non darah.

Dalam novel Fall Baby, juga ada identitas ganda yang membentuk sesama manusia dan macam-macam budaya di dalam karyanya.

"Dengan banyak budaya di Singapura jadi salah satu identitas mereka juga, ada banyak pembaharuan, di dalam novel juga mengulas isu kesenian kontemporer yang jarang diangkat di novel. Mungkin itu yang menjadi daya pikat mereka," kata Laksmi.

Laksmi Pamuntjak Resmikan Novel Kekasih Musim GugurLaksmi Pamuntjak Resmikan Novel Kekasih Musim Gugur Foto: GPU/ Istimewa

General Manager Gramedia Pustaka Utama (GPU), Siti Gretiani, mengatakan novel Fall Baby sebelumnya rilis dalam bahasa Jerman berjudul Herbstkind dan bahasa Inggris Fall Baby, akhirnya pembaca Indonesia bisa membaca Kekasih Musim Gugur mulai 3 Agustus.

"Semoga penerbitan sekuel Amba bisa mengakhiri masa penantian yang lama dan pembaca sudah lama ingin menikmati sekali lagi bagaimana Laksmi menjalin kelindan dengan indah antara masa lalu dan masa kini," ungkap Siti Gretiani.

Novel Kekasih Musim Gugur mengisahkan tentang dua perempuan bernama Srikandi (Siri) dan Dara. Satu perempuan kosmopolitan dan satunya lagi aktivis politik. Siri adalah anak Amba dan Bhisma, tokoh utama dalam novel Amba karya Laksmi Pamuntjak.

Siri melanglang buana ke berbagai kota di dunia yakni London, New York, sampai Madrid sampai ia menemukan hidup di Berlin. Tak sangka, berita mengejutkan memaksanya pulang ke Jakarta.

Di Ibu Kota, ia menghadapi realita keluarga yang pedih, dan salah satu pameran seni yang digelar Siri dihujat dan dilarang karena menganggap norma. Siri harus memaknai ulang hubungan bersama Amba dan mantan sahabatnya Dara, serta anak tirinya Amalia.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Rekomendasi Film Bertema Pentingnya Keluarga dalam Hidup"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)