Rilis 'Fall Baby', Laksmi Pamuntjak Lanjutkan Kisah Amba dan Bhisma

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 05 Des 2019 20:15 WIB
Foto: Laksmi Pamuntjak (Tia Agnes/detikcom)
Jakarta - Laksmi Pamuntjak meluncurkan novel berbahasa Inggris 'Fall Baby' di Jakarta. Sekuel dari novel 'Amba' yang melejitkan namanya melanjutkan kisah Amba dan Bhisma namun lewat karakter putri keduanya, Srikandi.

'Fall Baby' yang diterbitkan Penguin Random House melalui imprint terbarunya, Penguin Random House SEA, diluncurkan di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta Pusat.

Penulis 'Aruna dan Lidahnya' menuturkan novel 'Fall Baby' butuh waktu penggarapan selama dua tahun. "Ada banyak hal personal dan paling pribadi yang harus saya maknai dan renungkan dulu. Hal personal itu yang tidak mudah diungkapkan ketika menulis sebuah novel," tutur Laksmi usai meluncurkan karya terbarunya, Kamis (5/12/2019).

Naskah 'Fall Baby' atau dalam bahasa Indonesia menjadi berjudul 'Srikandi', lanjut Laksmi, sebenarnya sudah ada di draf awal. Tapi ternyata butuh banyak perenungan.



"Amba itu saya tulis tahun 2004 dan rilis tahun 2012, butuh satu dekade untuk merilisnya. Dalam rentang waktu itu, saya butuh lebih banyak refleksi dan menerbitkan 6 atau 7 buku di tengah-tengah," ungkapnya.

Di awal, ia menuliskan ada 3 narator. Ada tokoh Amba, Srikandi, dan seorang Ambon yang bertemu dengan Amba ketika di Pulau Buru bernama Samuel.

"Praktiknya susah ya, menjalin cerita tiga orang dan belum pengalaman jadi novelis juga, akhirnya banyak hal yang mau diungkapkan. Saya pikir, ini kebanyakan saja. Pada suatu saat aku akan tulis, ya cerita tentang Srikandi atau Siri yang sekarang ini," lanjutnya.

Novel 'Fall Baby' menceritakan tentang dua perempuan bernama Srikandi atau Siri yang perupa dan tinggal di Berlin. Serta sahabat karibnya bernama Dara yang seorang aktivis HAM. Siri harus kembali ke Jakarta karena suatu hal dan bertemu dengan anak tirinya, Amalia. Di Jakarta, ia harus memaknai ulang hubungan bersama ibunya, Amba.



Simak Video "Siwon Tegaskan Fotonya Bareng Duta Israel Bukan Agenda Politik"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)