Kenangan Ulang Tahun Terakhir Sapardi Djoko Damono

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Minggu, 19 Jul 2020 17:45 WIB
Sapardi Djoko Damono
Foto: @sastragpu/ Sapardi Djoko Damono
Jakarta -

Kepergian maestro sastra dan budayawan Sapardi Djoko Damono meninggalkan duka yang mendalam bagi insan sastra Indonesia. Salah satunya adalah sosok penulis Tatyana Soebiyanto yang ikut merasa kehilangan.

Tatyana Soebiyanto hari ini Minggu (19/7/2020) menjadi juru bicara perwakilan keluarga Sapardi Djoko Damono yang berpulang pukul 9 pagi tadi di Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan. Sebuah kenangan soal perayaan ulang tahun terakhir penulis Hujan Bulan Juni itu pun diurai olehnya.

20 Maret 2020 lalu rencananya kerabat dan keluarga akan menggelar sebuah perayaan ulang tahun yang cukup besar buat Sapardi Djoko Damono. Namun rencana ini akhirnya diurungkan karena adanya peraturan PSBB.

"Awal-awal itu, di ulang tahun Bapak 20 Maret kami sempat mengadakan ulang tahun kecil-kecilan. Semua acara yang dirancang untuk ulang tahun Bapak waktu itu harus dibatalkan," katanya.

Tatyana Soebiyanto yang kala itu ikut merayakan ulang tahun sempat juga menyumbangkan suaranya bernyanyi di acara tersebut.

"Jadi kami merayakan secara pribadi di sini. Kami nyanyi-nyanyi di sini juga. Sempat beberapa kali IG-nya saya dan Umar juga dengan lagu-lagu baru kami cuma itu ajah," kenangnya.

Siapa yang menyangka bahwa itu adalah perayaan ulang tahun terakhir dari seorang Sapardi Djoko Damono.

Sebelum meninggal, selama sebulan terakhir memang kondisi kesehatan Sapardi Djoko Damono sudah menurun. Menurut Editor Sastra Penerbit GPU, Mirna Y saat dihubungi detikcom pada Minggu (19/7/2020), Sapardi Djoko Damono sudah beberapa kali masuk rumah sakit.

Karena faktor usia, fungsi organ tubuhnya juga sudah menurun. Sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir di Eka Hospital, Sapardi Djoko Damono sempat dirawat di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena kadar HB dalam darahnya menurun.

Sampai akhir hidupnya, Sapardi Djoko Damono tetap memikirkan bagaimana caranya berkarya. Hal itu juga diamini oleh Tatyana Soebiyanto.

"Yang jelas bapak tidak berhenti berkarya sampai sakit pun tetap selalu memikirkan apa yang sebaiknya bisa dia sumbangkan untuk sastra Indonesia," kata Nana di rumah duka, Komplek UI Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (19/7/2020).

(fbr/aay)