"Buku anak lokal itu masih banyak banget tantangan yang harus diperbaiki. Pesan itu nggak harus straight forward, harus lebih soft masukinnya," ujar Andini Kusumawardhani kepada detikHOT, belum lama ini
Cerita yang ditulis penulis buku anak juga harus lebih sederhana meski terdapat pesan-pesan tertentu. Sayangnya buku-buku anak Tanah Air masih kini itu lebih mendikte.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harus begini atau begitu. Oh ternyata harus begini yah. Intinya nggak lebih straight forward, menurutku terlalu banyak yang didikte sekarang," lanjutnya lagi.
Lewat cerita-cerita sederhana yang dituliskan, lanjut dia, penulis bisa menciptakan dongeng baru agar lebih menarik pembaca. Tidak terlepas dari mitos maupun dongeng yang sudah lebih dulu tersebar di kalangan masyarakat.
"Imajinasi itu juga harus logis dan luas banget, dengan cerita baru bisa membuat buku anak yang lebih baik lagi, why not," tuturnya.
Ke depannya Andini akan menulis buku anak lagi dengan fokus cerita tentang penyu. Sofie Dewayani dari Litara Foundation juga menambahkan buku anak yang saat ini terjual di toko-toko buku dinilainya belum sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.
"Buku cerita bergambar harusnya gambarnya juga sudah bercerita sendiri. Bukan gambar yang melengkapi cerita, yang ada sekarang apa yang digambar dengan yang ditulis itu sama. Itu sayang sekali," pungkasnya.
Baca juga: Nasib Industri Buku Anak Masa Kini |











































