Sepuluh Helai Daun Jatuh

ADVERTISEMENT

Cerita Pendek

Sepuluh Helai Daun Jatuh

Yogi Gumilar - detikHot
Sabtu, 03 Des 2022 10:15 WIB
ilustrasi cerpen
Ilustrasi: Edi Wahyono/detikcom
Jakarta -

Di desa kecil di pinggiran kota Tulungagung, ada sebuah pohon beringin tua raksasa yang memiliki banyak kisah sejarah yang menyebar secara turun-temurun. Beberapa di antaranya bahkan mengandung unsur mistik yang hingga kini masih dipercaya sebagian warga setempat.

Dimulai dari asal muasal pohon ini tumbuh. Ada yang percaya bahwa pohon ini ditanam oleh presiden pertama negara ini ketika ia masih kecil. Kisah yang satu ini memang masuk di akal karena daerah ini merupakan tempat ia menghabiskan masa kecilnya. Namun ada juga kisah yang menyebutkan bahwa pohon ini sudah ada sebelum ia lahir.

Selain pohon beringin, dahulu daerah ini adalah sebuah perkebunan di mana banyak tumbuh berbagai pohon dan tanaman lain yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan hidup penduduk sekitarnya. Namun seiring waktu perkebunan tersebut perlahan hilang karena berbagai hal.

Salah satunya hancur karena menjadi tempat medan pertempuran pada masa penjajahan. Selain itu juga daerahnya pernah terkena imbas letusan gunung yang mengakibatkan sebagian besar kebun itu mati tak terawat. Meski begitu pohon beringin ini tetap berdiri tegak seolah tak tersentuh.

Pernah pada suatu waktu ketika pasukan asing menguasai sebagian daerah tersebut, mereka mencoba untuk menebang pohon beringin ini. Namun entah mengapa mereka selalu gagal dalam percobaannya tersebut.

Mulai dari peralatan untuk memotong pohon yang tiba-tiba hilang, prajurit yang ditugaskan yang entah bagaimana terkena ranjau ledakan miliknya sendiri, hingga serangan tiba-tiba oleh pasukan pribumi yang berhasil mengusir mereka tepat sebelum pohon itu akan ditebang.

Konon kabarnya salah satu di antara pasukan pribumi yang mengusir tentara asing kala itu adalah seorang pahlawan nasional yang kini biasa kita lihat wajahnya di dinding kelas sekolah.

Akhirnya ketika daerah itu kembali dikuasai pribumi, warga setempat pun menjadikan pohon beringin ini sebagai pohon keramat. Beberapa ritual budaya juga sering dilakukan di bawah pohon ini.

Kisah lainnya berlanjut pada tahun-tahun awal kemerdekaan negara. Warga setempat pernah mengusulkan agar pohon beringin ini dijadikan simbol kebanggaan kota. Namun usul itu ditolak mentah-mentah oleh pemimpin kota saat itu. Ia menganggap pohon itu tidak memiliki hal yang menarik. Lagi pula daerah itu juga tidak banyak dikunjungi orang.

Tak lama kemudian pemimpin kota itu jatuh sakit. Hal-hal buruk lainnya juga terjadi kepadanya sampai-sampai ia harus turun dari jabatannya. Bahkan beberapa waktu kemudian pemimpin kota itu tewas dibunuh oleh gerakan pemberontak. Ada yang mengatakan bahwa ia terkena hukuman atas keangkuhannya terhadap pohon beringin tua raksasa itu.

Namun tidak sampai situ saja, ada satu kisah yang paling legendaris dari pohon beringin tua raksasa ini yang masih banyak dipercaya oleh warga sekitar. Konon dengan pohon beringin ini, kau bisa memohon sebuah permintaan. Kau hanya perlu menggoyangkan akarnya yang menggantung dan jika sepuluh helai daun jatuh, itu artinya apapun permintaanmu akan terkabul.

Tentu saja sudah banyak orang yang mencobanya, namun tidak ada satu pun yang mampu menjatuhkan daunnya sebanyak sepuluh helai.
Kadang-kadang daunnya tidak jatuh sama sekali seolah mengatakan bahwa permintaanmu tidak pantas untuk dikabulkan.

Hingga kini kisah tersebut masih dipercaya oleh warga setempat. Meski banyak yang juga yang menganggap hal tersebut sebagai dongeng belaka. Sampai sekarang pohon beringin tua raksasa ini tetap dirawat dengan baik oleh warga sekitar.

Beberapa upacara adat masih terus dilakukan di bawah pohon ini. Daun dan akarnya sering digunakan sebagai obat tradisional. Sesekali juga menjadi tempat anak kecil bermain dan berteduh. Pada hari libur, tempat sekitarnya ramai dikunjungi orang untuk sekadar berolahraga kecil ataupun bagi yang ingin menikmati suasana sejuk pinggiran kota.

***

"Begitulah ceritanya Alisa, kau percaya?"

"Entahlah, aku rasa tidak ada salahnya mencoba memohon pada pohon ini."

"Kau mau mencoba menggoyangkan akarnya?"

"Ya, akan kucoba!"

"Satu, dua, tiga... sepuluh helai daun jatuh! Permohonanmu akan dikabulkan Alisa, apa yang akan kau minta?"

"Nanti kau akan mengetahuinya."

"Hmmm...Baiklah. Hei Alisa, maukah kuceritakan tentang legenda lainnya dari pohon ini?"

"Ya, tentu saja."

"Jika kita mengukir nama kita berdua di pohon ini, maka kita akan bisa bersama selamanya."

"Benarkah?"

"Kau mau mencobanya juga?"

"Aku rasa tidak perlu."

"Kenapa?"

"Karena aku sudah memohon tentang hal itu sebelumnya."

Yogi Gumilar penerjemah, lahir dan tinggal di Tangerang; cerpennya dimuat dalam antologi bersama 'Antara Praha dan New York' (Tacenda, 2022) dan 'Alisa dan Alasan Mengapa Aku Mencintainya' (Shivviness, 2022).



Simak Video "Yuyun Sukawati Terdorong Nyaleg karena Pernah Jadi Korban KDRT"
[Gambas:Video 20detik]
(mmu/mmu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT