Tragedi Kanjuruhan Buat Sedih Dunia Sepak Bola, Ingat Lagi saat Pandemi dan Sekarang

ADVERTISEMENT

Tragedi Kanjuruhan Buat Sedih Dunia Sepak Bola, Ingat Lagi saat Pandemi dan Sekarang

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 03 Okt 2022 10:37 WIB
Sabtu (1/10) malam terjadi tragedi di Stadion Kanjuruhan. Hingga saat ini, korban tewas akibat tragedi tersebut mencapai 174 orang berdasarkan data yang disampaikan Wagub Jatim, Emil Dardak.
Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim
Jakarta -

Duka menimpa dunia sepak bola Indonesia. Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menewaskan 174 orang tewas dan menjadi peristiwa kedua terbesar dalam dunia sepak bola dunia.

Sebanyak 186 orang juga dirawat di rumah sakit dan dalam kondisi kesehatan yang belum stabil. Komikus Haryadhi turut berduka lewat karya komik yang digambarnya dan diunggah baru-baru ini.

Dengan hastag #kanjuruhan, melalui komik bernama @kostumkomik, Haryadhi menegaskan dahulu ketika sebelum pandemi pertandingan sepak bola tidak boleh ada.

"Dulu rasanya sedih, waktu pandemi, pertandingan bola nggak boleh ada," ucap karakter yang ada di dalam @kostumkomik.

"Terus sedihnya mulai berkurang saat pertandingan boleh ada, tapi nggak boleh ada penonton," sambungnya.

"Tapi sekarang begitu dibolehin ada penonton, kenapa malah lebih sedih? Memakan korban ratusan nyawa, karena kerusuhan dan gas air mata," tulis Haryadhi.

Di kolom komentar, sebagian netizen turut mengucapkan duka akan kiamat sepak bola atau berduka Kanjuruhan.

"Turut berduka,sangat disayangkan peristiwa seperti ini terjadi lagi untuk kesekian kali nya dengan jumlah korban yang lebih banyak. bukti kalau SDM di negara ini masih perlu dibina untuk lebih baik lagi," ucap @yohanesjohn1.

"Akhirnya dunia bal2an Indonesia go internasional lewat jalur tragedi," balas lainnya.

"Sepak bola Indonesia berduka," timpal @tyoradith.

Dalam laporan detikcom dan CNN Indonesia, kerusuhan di Stadion Kanjuruhan terjadi usai suporter Arema memasuki lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya.

Namun, insiden itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata itu ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu suporter panik. Akibatnya, banyak penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga sesak nafas dan terinjak-injak.

Kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan bukan yang pertama kalinya, sebab pada tahun 2005 silam pagar pembatas tribun di laga Ligina pernah roboh. Insiden tersebut juga pernah terjadi ketika Arema mengalahkan Persija Jakarta. Akibatnya, satu orang tewas dan puluhan suporter Aremania terluka parah.

[Gambas:Instagram]






Simak Video "Komnas HAM: Pertandingan Arema Vs Persebaya Utamakan Komersial"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT