ADVERTISEMENT

Merdeka bagi Mereka

Anagard Bicara soal Kemerdekaan yang Masih Terbelenggu

Tia Agnes Astuti - detikHot
Rabu, 17 Agu 2022 16:10 WIB
Mural Kritikan Anagard di Yogyakarta
Mural Anagard yang digambar di selatan kota Yogyakarta pada 2021. Foto: Anagard/ Pribadi
Jakarta -

Momen kemerdekaan dirayakan para seniman dengan penuh makna dan perenungan. Bagi perupa asal Yogyakarta, Anagard, kemerdekaan di masa sekarang masih saja terbelenggu dan ada intervensi.

"Dalam berkesenian, kemerdekaan hari ini saya bandingkan dengan beberapa tempat negara lainnya, sudah terbilang cukup merdeka. Tapi kemerdekaan murni tidak selalu bisa saya temukan di Indonesia," kata Anagard saat diwawancarai detikcom, belum lama ini.

Dia mencontohkan misalnya saja masih ada saja karya seni atau mural dihapus. Karya seni dihalang-halangi oleh aparat.

Kebebasan untuk berkarya dan berekspresi itu dijamin dalam UUD 1945. Tapi dalam prakteknya kemerdekaan di Tanah Air masih dikontrol dan diintervensi.

"Jadi kita betul-betul terbelenggu, kemerdekaan kita masih konservatif. Terbelenggu oleh sifat konservatif, entah dari sisi ke-Timur-an kita atau agama mayoritas kita," sambung pendiri Yogya Street Art.

Di Indonesia, kata Anagard, posisi agama sangat kuat bahkan dikambinghitamkan sebagai alat politik. Itulah kontradiktif yang masih terjadi sampai hari ini.

Pertengahan tahun lalu, Anagard membuat mural di selatan Yogyakarta yang bertuliskan 'art is not a crime'. Anagard mengeluarkan opininya tentang kasus yang beredar di ranah seni visual dan menjadi pembicaraan dari teman-temannya.

"Seni itu bukan ruang dekoratif. Seni itu tajam apalagi para seniman jalanan. Ada di ruang terbuka yang demokratis karena itu adalah jalur menarik untuk menyalurkan ekspresinya," tegas Anagard.

Sebagai informasi, Indonesia kembali merayakan hari kemerdekaannya. Di tahun ini, Indonesia memasuki usia ke-77 tahun. Bagi Indonesia 77 tahun yang lalu, merdeka berarti terbebas dari penjajahan. Namun di masa kini, merdeka tentu memiliki makna tersendiri bagi masing-masing orang.

Dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77, detikcom menginisiasi kampanye 'Merdeka Bagi Mereka'. Di kampanye ini akan ada kumpulan kisah inspiratif tentang arti 'Merdeka Bagi Mereka' dari berbagai figur dan perspektif.

Simak terus kampanye 'Merdeka Bagi Mereka' mulai 17 Agustus 2022 di Sini!



Simak Video "Indonesia 77 Tahun, Sudahkah Seniman Merdeka?"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT