5 Fakta Lukisan Mona Lisa: Berkali-kali Dirusak hingga Dicuri

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 02 Jun 2022 16:40 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 19: Visitors observe the painting La Joconde The Mona Lisa by Italian artist Leonardo Da Vinci on display in a gallery at Louvre on May 19, 2021 in Paris, France. The country is taking steps to ease the lockdown measures that President Emmanuel Macron announced on April 29, allowing all the museums and non-essential shops and cultural venues to open and rolling back the curfew to 9pm. The cafe and restaurant terraces can also open to 50% capacity. France is reporting a seven-day average of around 14,000 new Covid-19 cases. (Photo by Marc Piasecki/Getty Images)
Foto: Getty Images/Marc Piasecki
Jakarta -

Lukisan Mona Lisa menjadi pembicaraan sejak awal pekan ini. Karya termasyhur Leonardo da Vinci itu dirusak oleh seorang aktivis lingkungan asal Prancis yang meneriakkan agar seniman memikirkan planet bumi.

Sejak awal abad ke-20, lukisan yang diakuisisi oleh Prancis pada 1797 telah diwarnai banyak insiden, mulai dari cat semprot sampai cangkir teh/

Ini bukan pertama kalinya lukisan Mona Lisa mendapat perlakuan senonoh dari oknum tak dikenal. Berkat kaca anti peluru yang melapisi permukaan, Mona Lisa akhirnya bisa diselamatkan.

Berikut 5 fakta soal insiden lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci yang pernah coba divandalisme oleh oknum, di antaranya:

1. Pencurian (1911)

Salah satu alasan lukisan Mona Lisa dikenal di seluruh dunia karena kasus pencurian di tahun 1911. Seorang asal Italia, Vincenzo Peruggia dan dua orang lainnya bersembunyi di dalam lemari di Museum Louvre.

Mereka bersembunyi sampai museum ditutup lalu mencurinya. Saat itu, lukisan Mona Lisa dianggap sebagai karya kecil Leonardo da Vinci dan tidak berharga.

Mereka membawa Mona Lisa menaiki kereta api dan keluar Prancis dan menyembunyikan di basement apartemennya. Dua tahun setelah pencurian, ia berusaha menjualnya ke seorang art dealer di Florence.

Gara-gara percobaan menjual itu, art dealer menghubungi galeri untuk memastikan otentifikasi karya lalu polisi menangkap pencurinya. Peruggia dui selama 6 bulan dan lukisan kembali ke Museum Louvre.

2. Dilempar Batu (1956)

Pada 1956, terjadi sebuah insiden. Lukisan Mona Lisa dirusak sebanyak dua kali. Pertama, seorang perusak berusaha mengambil silet lalu menyilet bagian permukaan.

Kedua, seorang pria asal Bolivia bernama Hugo Unjaga Villegas melemparkan batu ke arah lukisan Mona Lisa.

"Saya punya batu kecil di saku saya dan tiba-tiba muncul ide untuk membuangnya ke benak saya," katanya saat itu. Untungnya saat itu, lukisan Mona Lisa sudah berada di balik kaca dan batu itu hanya memunculkan retak sedikit.

3. Dirusak di Tokyo (1974)

Saat tur keliling di Tokyo pada 1974, lukisan Mona Lisa mungkin sangat jarang meninggalkan Louvre. Saat itu, Mona Lisa dipamerkan di Museum Nasional Tokyo.

Seorang perempuan Jepang berusia 25 tahun, Tomoko Yonezu, berusaha menyemprotkan cat merah pada kanvas di hari pertama pembukaan pameran.

Setelah aksinya tersebut, ia pun dipenjara dan harus membayar denda 3.000 yen.

(Baca halaman berikutnya)



Simak Video "Penampakan Lukisan Mona Lisa Usai Dilempari Kue oleh Aktivis"
[Gambas:Video 20detik]