ADVERTISEMENT

Tisna Sanjaya Ciptakan Seni Penjernih Air di Cigondewah

Tia Agnes - detikHot
Senin, 27 Des 2021 13:46 WIB
Tisna Sanjaya
Perupa asal Bandung Tisna Sanjaya. Foto: Istimewa
Jakarta -

Perubahan alam dan kondisi lingkungan yang terjadi di Desa Baturengat, Cigondewah menjadi semakin tak terkendali. Kebiasaan buruk warga sekitar yang menahun membuat lingkungannya menjadi rusak.

Air Sungai Cikendal yang melintasi persis di halaman Imah Budaya Cigondewah kini menjadi tempat pembuangan sampah. Lahan pertanian dan lumbung-lumbung padi pun beralih fungsi menjadi tempat bisnis penampungan limbah plastik.

Tak ingin kawasan di sekitar rumah dan galeri seninya semakin tak terkendali, perupa asal Bandung Tisna Sanjaya menciptakan karya seni instalasi penjernihan air. Hal itu menjadikannya sebagai alternatif kreativitas seni budaya.

Tisna Sanjaya mengatakan imah budaya (Ibu) Cigondewah hadir bersama di tengah perubahan zaman yang terus bergerak.

"Kehadirannya dimaksudkan sebagai tawaran alternatif berupa proses elaborasi kreasi penciptaan karya seni budaya bareng bersama perubahan, mengalir bersama sumber mata air sungai keruh Cikendal, dan bising suara hilir mudik kendaraan pengangkut ragam barang dari pabrik," ucap Tisna Sanjaya dalam pernyataannya, Senin (27/12/2021).

Kehadiran Imah Budaya Cigondewah menjadi sebuah jeda. Hening sambil menikmati seteguk air tanah dan alam yang masih tersisa menjadi sumber mata air baru.

"Ini semacam doa air kehidupan dari warga Desa Baturengat untuk semesta," katanya.

Kehadiran air di sekitar Imah Budaya Cigondewah, lanjut dia, bermanfaat bagi kehidupan warga sehari-hari.

[Gambas:Instagram]



"Sebagai air minum yang langsung bisa dikonsumsi, untuk mandi, bercocok tanam, budi daya ikan, dan beragam kegiatan ekonomi kreatif yang bisa bermula dari kehadiran sumber mata air karuhun, kabuyutan baru kita tersebut," lanjutnya.

Dengan hadirnya seni penjernih air, Tisna Sanjaya bakal memberikan bentuk kreativitas seni yang berdampak positif bagi lingkungan.

"Berdampak juga sebagai perevitalisasian budaya yang pernah berjaya di masanya. Kegiatan lainnya juga sedang dikerjakan oleh komunitas seni, para pakar sains dan teknologi seyogyanya menjadi gerakan budaya yang intim, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat," pungkasnya.



Simak Video "Keren! 3 Seniman Video Mapping Indonesia Lolos Tokyo Light Festival"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT