5 Fakta Jeihan Sukmantoro, Pelukis Si Mata Hitam

Tia Agnes - detikHot
Senin, 20 Des 2021 11:03 WIB
Pelukis Jeihan Sukmantoro ditemui di Museum MACAN Jakarta pada April 2019.
5 fakta soal Jeihan Sukmantoro. Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta -

Jeihan Sukmantoro dikenal sebagai salah satu seniman besar Indonesia dengan julukan pelukis si 'mata hitam'. Misteri mengenai mata yang berwarna hitam dalam objek lukisannya selalu menyisakan tanda tanya bagi para penggemarnya.

Pelukis yang meninggal di usia 81 tahun pada 29 November 2019 di Padasuka, Bandung punya ciri khas yang tak tertandingi dengan karya seniman lainnya.

Berikut 5 fakta Jeihan Sukmantoro seperti dirangkum detikcom:

1. Lukisan Bermata Cekung atau Bolong

Jika kamu pencinta seni sejati, pastinya melihat lukisan-lukisan Jeihan Sukmantoro pasti langsung ngeh dengan ciri khasnya. Pelukis yang terkenal dengan gaya ekspresionisme ini identik dengan lukisan bermata cekung atau bolong.

Sebagian besar lukisannya memasang figur bermata hitam. Ciri khas Jeihan Sukmantoro menyiratkan simbol dari luasnya misteri hidup yang dihadapi manusia.

Dalam wawancara dengan detikcom, Jeihan Sukmantoro mengatakan lukisan 'mata hitam' adalah gagasannya tentang kepercayaan mistis masyarakat Jawa tentang ketidakmampuan manusia biasa dalam meramal masa depan. Tapi ada juga yang menganggap lukisan mata hitam sebagai refleksi spiritualitas seniman.

2. Lukisan Mata Hitam di Tahun 1963

Sebelum dikenal jauh sebagai pelukis mata hitam, Jeihan Sukmantoro pertama kali membuatnya di 1963. Itu adalah lukisan potret berjudul Aku.

Pameran seni 'Jeihan: Hari-hari di CIcadas' di Museum MACAN JakartaPameran seni 'Jeihan: Hari-hari di CIcadas' di Museum MACAN Jakarta Foto: Museum MACAN/ Istimewa

Karyanya menggambarkan potret sang pelukis ketika masih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dua tahun kemudian, ia melukis 'Gadis' dan sampai puluhan tahun berikutnya lukisan 'mata hitam' masih eksis dilukisnya.

3. Ikuti Lebih dari 100 Pameran

Jeihan Sukmantoro juga seorang pelukis yang mengikuti lebih dari 100 pameran. Perupa kelahiran Solo ini juga menerbitkan enam judul buku dan memproduksi dua film dokumenter.

Ribuan lukisan berhasil dilahirkannya sejak awal berkarya di dekade 1960-an. Bahkan sampai abad ke-21, karya-karyanya tak lekang oleh waktu.

(Baca halaman berikutnya soal 5 fakta Jeihan Sukmantoro)



Simak Video "Keren! 3 Seniman Video Mapping Indonesia Lolos Tokyo Light Festival"
[Gambas:Video 20detik]