5 Fakta Sosok Raden Saleh yang Tak Diketahui Publik

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 08 Des 2021 09:24 WIB
Lukisan potret Raden Saleh karya Johann Karl Ulrich Bähr: Portrait of Prinz Raden Saleh Syarif Bustaman,1842
Lukisan potret yang menggambarkan sosok Raden Saleh. Foto: Istimewa

4. Berasal dari Keluarga Pejuang

Salah satu keturunan Raden Saleh, Dr George H Hundeshagen, dalam wawancara kepada detikHOT pada Agustus 2013 menuturkan sejarah keluarganya tersebut.

Dua orang sepupu dari Raden Saleh Syarif Bustaman, yang bernama Raden Sukur atau nama aslinya Raden Panji Adi Negara, juga yang bernama Raden Saleh alias Arya Natadiningrat adalah putra dari Bupati Semarang Kyai Adipati Suryamangalla atau Suraadimanggala. Keduanya ikut berperang bersama Pangeran Diponegoro.

Karena ini ayah dan adik dari Raden Sukur ditangkap oleh Belanda pada tahun 1825. Mereka dipenjara di tahanan 'Maria van Reygersbergen' kemudian dikirim ke Surabaya dan masuk tahanan 'Pollux'.

Setelah itu mereka diasingkan ke Ambon dan Sumenep. Hingga Kyai Adipati Suryamangalla, meninggal disana Pada 20 Juli 1827. Raden Sukur yang terus setia pada Pangeran Diponegoro pun akhirnya ditangkap pada 26 Juli 1829.

"Seperti apa yang Anda lihat, keluarga kami sangat menderita. Karena dukungan setia untuk Pangeran Diponegoro dan tujuan mulianya. Mereka juga dianggap aib oleh kekuasaan kolonial Belanda," kata George.

Lukisan Raden Saleh 'Perburuan Banteng'Lukisan Raden Saleh 'Perburuan Banteng' yang Laku Terjual Hampir Rp 150 Miliar di Prancis. Foto: Jack Philipp Ruellan Auction

5. Buktikan Jawa dan Belanda Setara

Dr George H Hundeshagen juga menceritakan soal paman buyutnya Raden Saleh yang membuktikan lewat seni, Jawa dan Belanda setara.

"Ia membawa dirinya pada tingkat yang sama dan membuatnya bisa memandang sejajar kekuatan kolonial," ungkapnya.

Namun banyaknya versi dan kesalahpahaman akan Raden Saleh, menurut George karena Raden Saleh yang menguasai lima bahasa dengan fasih ini, menapaki panggung modernisasi budaya dan sosial Jawa terlalu dini. Ia membuktikan bahwa Orang Jawa bisa mengungguli teknik dalam budaya eropa.

Lukisan Raden Saleh juga yang pertama dijadikan topik representasi, interpretasi dan komentar dalam rumpun seni rupa Asia Tenggara.



Simak Video "Menelusuri Masjid Jami Al-Makmur, Peninggalan Maestro Lukis Raden Saleh"
[Gambas:Video 20detik]

(tia/dal)