ADVERTISEMENT

Tromarama Riset Mendalam untuk The Lost Jungle di Museum MACAN

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 01 Des 2021 20:05 WIB
Ruang Seni Anak UOB-Museum MACAN Hadirkan Karya Seni Tromarama Berjudul The Lost Jungle
Museum MACAN menghadirkan karya seni instalasi The Lost Jungle. Foto: Courtesy Museum MACAN
Jakarta -

Di penghujung 2021, Museum MACAN kembali menghadirkan ruang seni anak yang menggandeng kelompok kolektif asal Bandung Tromarama. Melalui proyek seni The Lost Jungle, para penikmat seni bisa melihat karya seni instalasi yang interaktif dan imersif.

Ada dua karya seni yang ditampilkan oleh Tromarama dalam The Lost Jungle. Karya pertama adalah suguhan pengalaman berupa simulasi digital secara langsung dari hutan yang merespons pada keadaan cuaca terkini di Jakarta.

Karya kedua adalah 40oC Fable (2021) yakni sajian video tiga kanal yang merespons pergerakan pengunjung melalui sebuah sensor gerak. Sensor ini akan menangkap gerakan pengunjung di depan layar kemudian menunjukkan bahwa kegiatan manusia membawa dampak terhadap lingkungan.

Untuk menggarap The Lost Jungle, salah satu anggota Tromarama Ruddy Hatumena mengatakan mereka sampai melakukan riset ke LIPI di Cibinong, Jawa Barat.

"Untuk riset sempat berkunjung ke LIPI di Cibinong di laboratorium fauna. Dalam bentuk spesimen, kami memilih 21 foto fauna, dari serangga, mamalia, burung, yang sebagian besar terancam punah," tutur Ruddy Hatumena.

Jumpa Pers Ruang Seni Anak UOB-Museum MACAN The Lost JungleJumpa Pers Ruang Seni Anak UOB-Museum MACAN The Lost Jungle Foto: Courtesy Museum MACAN

Dari data tersebut, Tromarama mengolah lagi menjadi kolase makhluk imajiner The Lost Jungle. Makhluk-makluk itu nantinya yang bakal digabungkan oleh para pengunjung menjadi karya interaktif.

Ruddy mengatakan mulai persiapan The Lost Jungle pada Juli 2020 dan selama hampir 1,5 tahun Tromarama mengembangkan konsepnya.

"Kondisi pandemi cukup membuat prosesnya sedikit terlambat. Banyak akses yang jadi nggak bisa maksimal, tapi proyek ini cukup menantang buat kami," sambungnya.

Selain aplikasi virtual, para pengunjung juga bisa melihat karya seni instalasi secara offline dalam ruang fisik dengan proyeksi sebuah hutan virtual. Nantinya bakal ada tiga monitor yang terhubung dengan sensor untuk karya kedua.

"Tambahan terakhir, nantinya rencananya kami akan membawa empat tablet di ruang pamer. Jadi ketika pengunjung datang, bisa membuat kreasi makhluk imajinernya sendiri," pungkasnya.

Pameran ruang seni anak The Lost Jungle akan dibuka pada 4 Desember 2021 dan berlangsung hingga 15 Mei 2022.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Museum Macan, Mengenang Masa Kecil Dengan Permainan Tradisional Masa Lalu, Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT