Kala Rimba Bercerita di Taman Hutan Raya Djuanda

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 26 Nov 2021 12:02 WIB
Hutan Menyala di Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung
Proyek seni Hutan Menyala di Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung. Foto: Courtesy of Hutan Menyala/ Instagram
Jakarta -

Bagi kamu pencinta seni, ada pengalaman menarik yang bisa dirasakan di tengah Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung. Melalui proyek seni Hutan Menyala: Tahura Djuanda, Sembilan Matahari yang terkenal lewat video mapping mempersembahkan sesuatu yang berbeda.

Wahana pengalaman audio visual di tengah hutan itu diprakarsai oleh Sembilan Matahari (NM), The Lodge Maribaya, bekerja sama dengan Taman Hutan Raya Djuanda, Bandung.

Pendiri dan CEO Sembilan Matahari, Adi Panuntun mengatakan selama ini kita selalu memperlakukan alam dengan semena-mena.

"Kita terlanjur menganggap bahwa ia akan terus hadir dalam kehidupan, walau seburuk apapun kita perlakukan alam," kata Adi Panuntun.

Menurut dia, Hutan Menyala ingin mengajak pengunjung untuk mengkaji ulang hubungan antara manusia dan alam khususnya hutan.

"Dengan sentuhan teknologi serta cerita yang disampaikannya, Hutan Menyala menampilkan sebuah pertunjukan cahaya, komposisi suara, dan proyeksi digital dalam satu kesatuan ruang alami. Tujuannya tidak lain adalah untuk memperkokoh peran Tahura Djuanda sebagai area konservasi, edukasi, dan rekreasi," sambungnya dalam keterangan yang diterima detikcom.

Selama ini, Sembilan Matahari dikenal melalui video mapping pada bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia. Kini studio interdisipliner asal Bandung ini mengisyaratkan ke arah baru yang lebih sejalan dengan harapan terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan hidup.

Dalam area Tahura Djuanda, Hutan Menyala mentransformasi berbagai area menjadi petualangan fantasi yang istimewa. Ia bercerita tentang Gunung Sunda, Pohon Beringin, beragam karakter seperti keluarga Rusa, Kera Ekor Panjang, pasukan kunang-kunang, serta Lebah Madu.

Proyek seni Hutan Menyala juga menampilkan permainan audiovisual yang metaforik dan memesona. Kepala Taman Hutan Raya Djuanda, Lian Lubis mengatakan perpaduan antara alam, seni, dan teknologi bertujuan untuk mempelajari kembali sikap kita terhadap lingkungan sekitar.

"Peran penting Tahura Djuanda sebagai benteng ekosistem alami bagi kota Bandung maupun Jawa Barat. Peran ini menggarisbawahi ketergantungan kita terhadap Tahura Djuanda, sekaligus mengingatkan betapa pentingnya agar area konservasi ini tetap terjaga," pungkasnya.

Hutan Menyala: Tahura Djuanda sudah dibuka untuk umum sejak 9 Oktober 2021.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Mantul! Video Mapping Anak Bangsa Sudah Mendunia"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)