Sembilan Matahari Gaet Darbotz Bikin Karya Audio Visual Imersif di Bandung

Tia Agnes - detikHot
Sabtu, 12 Des 2020 20:25 WIB
Sembilan Matahari dan Darbotz Buat Proyek Kolaborasi di PVJ Bandung
Karya audio visual imersif Sembilan Matahari dengan Darbotz. (Foto: Sembilan Matahari/ KALA.KINI.NANTI)
Jakarta -

Ruang seni digital KALA.KINI.NANTI yang ada di Paris Van Java, Bandung, menghadirkan pengalaman audio visual imersif berbeda di penghujung 2020. Sembilan Matahari sebagai penyelenggara dari ruang seni tersebut kali ini menggandeng street artist, Darbotz.

Lewat proyek kolaborasi yang bernama KALA.BORASI, Darbotz menampilkan karya seni imersif yang sarat dengan imajinasi dan edukasi bagi masyarakat umum.

CEO and Creative Head PT Sembilan Matahari, Adi Panuntun, mengatakan Darbotz sengaja dipilih sebagai seniman yang digandeng kolaborasi karena sosoknya.

"Orangnya militan. Sebenarnya sejak awal pandemi, kami sudah punya dan melihat ada spirit Darbotz yang paling top untuk mengawali proyek kolaborasi," tutur Adi Panuntun, saat jumpa pers virtual.

Spirit yang diusung Darbotz sesuai dengan ruang seni digital KALA.KINI.NANTI. "Buat saya pribadi sebagai seorang apresiator karya-karya Darbotz selama ini, menginspirasi saya di wilayah rebel yang responsibel (bertanggung jawab). Ini yang buat kami tertarik," lanjutnya.

Sikap dan proses kekaryaan Darbotz yang tak mau kalah dengan kondisi pandemi menjadi prioritas yang diusung tim Sembilan Matahari.

Darbotz dikenal sebagai street artist yang tak asing lagi di Indonesia. Lewat karakter khas Darbotz yang bernama Cumi Kong, ia mampu mengekspresikan hubungan yang dimiliki dengan belantara kota.

Adi Panuntun berharap di proyek KALA.BORASI kali ini, Sembilan Matahari yang mengajak kolaborasi para pelaku industri kreatif untuk berkarya bersama.

[Gambas:Instagram]

Nantinya, karya imersif Darbotz menampilkan pengalaman digital yang hybrid dan bakal menjadi wisata akhir tahun.

"Tetap menjadi tempat yang mengurasi stres saat menghadapi pandemi. Seni bisa menjadi inspirasi baru secara batin atau jiwa. Hadir ke pameran ini adalah upaya untuk cara tersebut," ungkapnya.

Dengan teknologi video mapping pada layar 360 derajat seluas 200 meter persegi, proyek inisiatif ini menggabungkan seni dan teknologi dalam sebuah wahana interaktif yang memukau. Pembukaan pameran berlangsung hari ini dan bisa dikunjungi umum mulai 13 Desember sampai sebulan ke depan.

(tia/mau)