Ilustrasi detikX Nampang di Pameran Seni Rupa GoART Go to Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikHot
Sabtu, 06 Nov 2021 16:20 WIB
pameran seni
Ilustrasi detikX Nampang di Pameran Seni Rupa GoART Go to Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto)
Solo -

Setelah sukses di Yogyakarta, pameran seni rupa GoART kini digelar di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo dari tanggal 5-12 November 2021. Salah satu yang ditampilkan ialah ilustrasi-ilustrasi detikX, kanal investigasi detikcom.

Ada sembilan ilustrasi yang dibuat oleh desainer grafis detikcom, Edi Wahyono. Edi turut hadir pula dalam pembukaan pameran GoART, Jumat (5/11/2021) malam.

Ilustrasi yang ditampilkan antara lain berjudul Strategi 'Perang' Sang Mayor. Ilustrasi ini bercerita tentang konflik di tubuh Partai Demokrat setelah munculnya kubu Moeldoko yang menyaingi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Ini gambar AHY dengan konsep gladiator. Kita ambil konsep perang, karena AHY kan mantan prajurit TNI berpangkat mayor," kata Edi di Solo, Jumat (5/11/2021).

Menurutnya, satu ilustrasi dibuat dalam waktu 2-3 jam. Dia membuat ilustrasi dengan menggambar tangan dan dipadukan dengan proses digital.

"Memang harus cepat, 2-3 jam selesai, karena faktor kebiasaan jadi bisa cepat. Pakai teknik digital, aplikasi Wacom, jadi menggambar tangan, tapi terhubung di komputer," ujarnya.

Edi sendiri merupakan alumni Fakultas Seni Rupa IKIP Yogyakarta. Pameran tersebut digelar atas inisiasi sejumlah pihak, antara lain komunitas seni IKIP Yogyakarta angkatan 1985, Termos 85.

"Kebetulan masih satu alumni dengan teman-teman Termos 85 ini, beberapa kali ikut pameran," ujarnya.

Ketua panitia GoART Go to Solo, Teguh Prihadi, menilai karya Edi tidak lagi dilihat hanya dari segi estetika. Karyanya juga memiliki pesan, baik deskriptif hingga kritikan.

"Jenis ilustrasi Mas Edi ini memang tidak lagi gambar estetika, tapi fungsi komunikasi. Dia punya kepekaan menangkap peristiwa dan disampaikan versi dia. Cepat sekali proses kreatifnya, disampaikan dengan berani," katanya.

Terkait pameran GoART ini, Teguh mengatakan acara tersebut merupakan lanjutan pameran di Yogyakarta pertengahan 2021 kemarin. Selanjutnya, pameran akan berlanjut ke Surabaya.

"Ada sekitar 50 perupa dari Solo dan beberapa daerah lain dengan karya hampir 100 lukisan dan patung. Kali ini kami tidak mengambil tema tertentu. Tapi ini kebersamaan, dengan motivasi yang sama, berbicara cinta, semangat, damai, toleransi, Tuhan, termasuk kebersamaan di masa pandemi," tutupnya.

(bai/mau)