Gegara 'Catatan Kriminal', Rekening Bank Seniman China Ai Weiwei di Swiss Ditutup

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 09 Sep 2021 10:23 WIB
Chinese artist Ai Weiwei stands in front of his artwork consisting of a 60-metre rubber raft installation titled Law of the Journey which includes around 300 figures representing refugees, during a media call for the Biennale of Sydney located in the industrial precinct of Cockatoo Island in Australia, March 12, 2018.   REUTERS/David Gray   NO RESALES NO ARCHIVE
Seniman Ai Weiwei Foto: Dok. REUTERS/David Gray
Jakarta -

Seniman asal China Ai Weiwei yang juga dikenal sebagai pembangkang di negaranya mengalami perlakuan tak menyenangkan dari pemerintah di negaranya. Akun rekening bank miliknya yang berada di Swiss ditutup gegara ia memiliki 'catatan kriminal'.

Dilansir dari berbagai sumber, Ai Weiwei menuturkan rekening bank yayasannya di Credit Suisse Swiss akan ditutup karena alasan 'catatan kriminal'. Padahal, ia sama sekali tidak pernah diadili atas sebuah kejahatan.

Ai Weiwei mengatakan pertengahan tahun ini menerima pemberitahuan mengejutkan dari Credit Suisse.

"Bank memberitahu saya bahwa akan menghentikan akun saya di Swiss. Mereka melakukan ini, tulis mereka, sesuai dengan kebijakan baru untuk menutup semua akun dengan orang-orang yang memiliki catatan kriminal," ujar Ai Weiwei dilansir dari BBC, Kamis (9/9/2021).

"Mereka percaya atau pura-pura percaya bahwa saya telah dihukum karena kejahatan di China," sambungnya.

Seniman kontemporer yang terkenal merancang Stadion Sarang Burung untuk Olimpiade Beijing 2008 kerap mengalami permasalahan serius dengan pemerintah China. Lewat berbagai karya, ia berbicara menentang kebijakan negaranya.

Pada 2011, dia pun dibui selama 81 hari penjara tanpa mengalami persidangan apapun. Aktivis yang juga terkenal dengan karya arsitektur, patung, dan dokumenter itu tidak pernah dihukum karena alasan kriminal.

Paspor miliknya pun ditahan selama 5 tahun dan tidak boleh bepergian ke luar negeri.

Ai Weiwei pun meninggalkan China di 2015 dan sekarang tinggal di Portugal, setelah sebelumnya berdomisili di Jerman.

Dalam laporan Artnet, disebutkan bank-bank di Barat menemukan dalam menemukan posisi yang sulit. Yakni menyeimbangkan masalah geopolitik dengan keinginan mereka untuk menarik perhatian bisnis dari China.

Perlakuan yang sama juga didapatkan dari bank-bank Jerman dan Hong Kong.

"Bank-bank ini sangat arogan. Bahkan jika mereka membalikkan keputusan ini, saya tidak mau dikaitkan dengan hubungan saya dengan China," tukasnya.

Ini bukan pertama kalinya pemerintah China mengontrol warga negaranya yang ada di luar negeri. Baru-baru ini, Vicky Zhao dan putrinya juga dikabarkan hilang dari media sosial dan 'dilenyapkan' oleh pemerintah China.



Simak Video "Cuplikan 'Coronation', Dokumenter Seniman Tiongkok yang Bikin Heboh"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)