Duh! Kolektor Seni Tertipu Karya Digital Banksy Senilai Rp 4,8 Miliar

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 03 Sep 2021 15:05 WIB
Karya Seni NFT Palsu Banksy
Karya seni NFT palsu Banksy Foto: Istimewa
Jakarta -

Pengalaman tak mengenakkan dialami oleh seorang kolektor seni. Gara-gara tren Non-fungible Token atau disingkat NFT sedang merajalela di dunia seni, seorang kolektor asal Inggris tertipu dengan karya digital Banksy.

Tak tanggung-tanggung, pria anonim berusia 30 tahunan itu tertipu senilai Rp 4,8 miliar. Awalnya ia membeli karya NFT Banksy palsu yang diiklankan melalui situs web resmi sang seniman.

Tautan ke lelang online untuk NFT Banksy pun diposting ke halaman banksy.co.uk namun kini iklan tersebut telah dihapus.

Lelang berakhir lebih awal setelah kolektor itu menawar 90 % lebih tinggi dari penawar lainnya. Setelah transaksi terjadi, ia baru menyadari kemungkinannya tertipu.

Peristiwa itu dicuitkan lewat akun Twitter yang membuat heboh pemberitaan internasional. Di akun Twitter-nya, ia mencurigai situs Banksy diretas dan ia menjadi korban penipuan.

Dia mengatakan peretas situs Banksy mengembalikan semua uangnya kecuali biaya transaksi sebesar Rp 98 juta.

"Uang saya dikembalikan itu benar-benar tak terduga. Saya pikir liputan pers tentang peretasan ditambah fakta saya telah menemukan peretasnya lalu mengikuti di Twitter telah mendorong ia untuk mengembalikan uang saya," ungkapnya dilansir dari BBC, Jumat (3/9/2021).

Dia pun mengaku merasa beruntung karena uangnya dikembalikan. Banyak kolektor lainnya yang mungkin saja mengalami peristiwa serupa.

Di situs resmi Banksy memang ada halaman baru bernama NFT yang menyertakan tautan ke situs lelang untuk dana amal bencana perubahan iklim. Tapi sepertinya peristiwa yang baru-baru in terjadi, situs Banksy diretas.

"Saya mengonfirmasi URL di PC dan seluler sebelum menawar. Saya hanya membuat tawaran karena di-host di situsnya tapi ketika tawaran diterima, saya langsung berpikir itu mungkin palsu," tambahnya.

Tren NFT memang sedang menjamur di dunia seni. Tanpa melalui tangan galeri, para seniman bisa berjumpa langsung dengan pembelinya lebih mudah.

Melalui NFT, karya seni dapat 'ditoken' untuk membuat sertifikat kepemilikan digital yang dapat dibeli dan dijual.

Sampai saat ini, situs resmi Banksy maupun seniman asal Inggris itu tidak menanggapi peristiwa tersebut.



Simak Video "Italia Kembalikan Karya Seni Curian Saksi Bisu Tragedi 2015"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)