Potongan Karya Seni Banksy di Tepi Barat Israel Dijual Hanya Rp 50 Juta

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 28 Jul 2021 14:52 WIB
Potongan karya seni Banksy
Karya seni Banksy yang ada di Tepi Barat Israel kini dilelang Foto: NFT/ Valuart
Jakarta -

Seniman jalanan Inggris Banksy pernah membuat karya yang menjadi pembicaraan pada 2005. Potongan karya seni berjudul Penghalang Tepi Barat Israel itu digunakan oleh Banksy kemudian dijadikan seperti 'perburuan harta karun'.

Orang pertama yang menemukan batu itu mengirimkan email kepada Banksy dengan kata rahasia yang tertulis di atasnya yakni 'spike'. Karya Spike tersebut pun ditemukan di Palestina.

Sejak saat itu, karya tersebut diperdagangkan beberapa kali. Sekarang menuju ke pelelangan dan hanya dijual senilai Rp 50 juta.

Pelelangan karya seni Banksy itu berlanjut sampai 30 Juli secara online. Penyanyi opera Italia Vittorio Grigolo yang menjadi kolektor untuk karya seni Spike dan ikut mendirikan Valuart sebagai platform pelelangan mengatakan karya yang dilelang tak sekadar batu biasa.

"Pembeli karya seni ini juga mendapatkan fasilitas tambahan tertentu termasuk perjalanan untuk melihat Spike secara fisik di Swiss dan makan malam bersama Grigolo dan salah satu pendiri Valuart," kata Vittorio Grigolo, dilansir dari ArtNews, Rabu (28/7/2021).

Saat awal pelelangan, angka penjualan dimulai Rp 50 juta. Sayangnya banyak kritikus seni yang kecewa karena angka pelelangan dengan karya seniman terkenal tak semahal biasanya.

"Sepertinya para kolektor menunggu hingga jam terakhir untuk mulai menawar," kata Etan Genini, rekan Grigolo lainnya.

Sayangnya, potongan karya Banksy itu menemui masalah hukum. Pengacara hak cipta, Jeff Gluck, mengklaim mungkin saja Banksy bisa menuntut.

"Jika Banksy tidak memberikan izin untuk potongan karya seni Spike, maka ini bisa tidak sah," kata Gluck.

"Hak untuk membuat NFT dari sebuah karya seni dipegang oleh pencipta, pemegang hak cipta bukan orang yang memiliki karya seni tersebut," sambungnya.

Banksy, seniman yang menyembunyikan identitasnya belum mengomentari karya tersebut di media sosial. Dia pun belum mengunggah apa pun tentang penjualan Spike.

Spike bukan pertama kalinya Banksy membahas mengenai konflik Israel dn Palestina. Dia telah bekerja di wilayah tersebut selama hampir 20 tahun sampai sekarang setelah melukis mural di wilayah Palestina yang diduduki mulai tahun 2003.

Pada 2011, Banksy mendorong seniman grafiti di seluruh dunia untuk menandai Tepi Barat Israel pada 2011.

"Jika Anda suka menari, Anda pergi berlibur ke Ibiza, jika Anda suka tembok, pergilah ke Palestina," ucap Banksy.



Simak Video "Italia Kembalikan Karya Seni Curian Saksi Bisu Tragedi 2015"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)