Lagi, Mural Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan Dihapus Aparat

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 19 Agu 2021 10:20 WIB
Mural wabah sesungguhnya adalah kelaparan di Ciledug (Dok istimewa)
Foto: Mural 'wabah sesungguhnya adalah kelaparan' di Ciledug (Dok istimewa)
Jakarta -

Satu per satu mural kritikan tak berizin yang tersebar di kota-kota besar Indonesia dihapus aparat. Kali ini, mural terbaru yang berada di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, kawasan Ciledug, kota Tangerang dihapus pada 17 Agustus 2021.

Mural itu bertuliskan 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan' dengan cat pilox warna putih dan hitam. Mural yang berada di pintu gerbang itu juga dihiasi dengan warna warni penuh nuansa abstrak.

Berita penghapusan mural itu dilaporkan oleh warga kepada pihak kecamatan. Camat Ciledug Syarifuddin, membenarkan kabar penghapusan tersebut.

"Mural ada di lahan orang, pintu masuk gerbang orang. Ya, kita perlu berinovasi, berkreasi tapi kan harus di tempatnya yang benar. Jangan di lahan orang di pintu masuk orang," ujar Syarifuddin.

Menurutnya, mural tak berizin yang berada di kawasannya sedang diburu. Pihak kecamatan jiga mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian.

"Kita udah sampaikan juga dengan teman-teman Polri itu lagi dicari lagi juga sih," tegasnya.

Sebelumnya, maraknya mural kritikan yang dihapus membuat para seniman visual yang biasa menggambar di tembok-tembok jalanan kota ikut geram. Sebagian besar para seniman menganggapnya sebagai bentuk represi baru.

"Represi banget ini mah. Mau dikata diajak ngobrol doang juga, masa iya dikesankan seperti buronan? Kita paham ada UU tentang simbol negara, paham kok konsekuensi, dan risikonya," ungkap pegiat grafiti dan street art, BC110 ketika diwawancarai detikcom.

Suara lainnya juga digaungkan oleh pendiri Ladies on Wall, Bunga Fatia. Seniman yang sudah melanglang buana membuat mural di Indonesia dan Asia Tenggara itu menuturkan kalau alasan penghapusan karena gambar tidak mendapatkan izin hal itu wajar.

Tapi menjadi tidak lumrah jika ada alasan lainnya. "Tapi kalau alasan penghapusannya karena ada pihak yang tidak suka karena merasa dikritik, menurut saya nggak benar. Karena itu hak masyarakat untuk membuat aspirasi," katanya.

Selama ini tak hanya mural saja yang menjadi media untuk berekspresi, berkarya, dan menyuarakan kritik sosial yang terjadi di Indonesia. Bahkan Bunga menyebutkan kebebasan berekspresi itu dilindungi oleh UUD 1945 pasal 28, yakni:

"Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang".

Sebelum mural Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan, mural lainnya yang dihapuskan adalah sosok pria yang disebut mirip dengan Jokowi dan ditutupi tulisan 404: Not Found juga dihapus.

Mural lainnya bergambar karakter dua ekor hewan menyerupai kucing bertuliskan 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' juga dihapus.

Karya seni jalanan lainnya yang dihapus adalah Tuhan Aku Lapar di Jalan Raya Arya Santika, Tigaraksa, kabupaten Tangerang, yang viral 24 Juli 2021 mengalami ironi yang sama.



Simak Video "Lomba Mural Gejayan Memanggil, Dicari yang Paling Cepat Dihapus Aparat!"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)