Museum MACAN Tampilkan Lagi Koleksinya yang Langka

Tia Agnes - detikHot
Senin, 08 Feb 2021 15:36 WIB
Pameran Seni Semesta dan Angan: Koleksi Pilihan Museum MACAN
Museum MACAN bakal hadirkan koleksi museumnya di 2021 Foto: Museum MACAN Jakarta/ Istimewa
Jakarta -

Museum MACAN Jakarta kembali menampilkan koleksi-koleksi museumnya yang dipilih secara selektif. Pameran bertajuk Semesta dan Angan yang merupakan pilihan tim kuratorial bakal dipamerkan secara virtual dalam waktu dekat.

Pameran seni menampilkan karya-karya dari 7 seniman hasil koleksi museum yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Para seniman merespons realita di sekitarnya dan mengeksplorasi visi masa depan mereka.

Asisten Kurator Museum MACAN, Asri Winata, dalam sesi pameran tur virtual, menuturkan karya seni yang ditampilkan berbeda ketimbang tahun 2017 lalu saat koleksi museum pertama kali dihadirkan.

"Setelah setahun kemarin, kita semua mengalami periode yang menimbulkan banyak pertanyaan di rumah, bagaimana cara kita menghadapi pandemi. Setiap orang punya realita sendiri-sendiri. Banyak yang harus diam di rumah, dan ada juga yang tetap beraktivitas, muncullah ide seperti membayangkan multiverse ini," tutur Asri, dalam sesi virtual, akhir pekan lalu.

Asri melanjutkan di dalam dunia semesta masing-masing, akhirnya muncullah kata 'multiverse'. Pameran ini, lanjut dia, mencoba membayangkan istilah multiverse yang di dalamnya ada semesta-semesta kecil.

Pameran Seni Semesta dan Angan: Koleksi Pilihan Museum MACANPameran Seni Semesta dan Angan: Koleksi Pilihan Museum MACAN Foto: Museum MACAN Jakarta/ Istimewa

"Bagaimana pandangan atau pemikiran masing-masing perupa terhadap semesta itu sendiri," katanya.

"Para perupa berasal dari berbagai generasi dan banyak negara juga. Ternyata karya seni mereka merespons kondisi sosial dan budaya di era dan tempat tinggal masing-masing dan kondisinya relevan dengan kondisi kita sekarang ini," sambung Asri.



Semesta dan Angan menampilkan karya seni dari Olafur Eliasson, Keith Haring, Sigmar Polke, Barbara Kruger, Zai Kuning, Tisna Sanjaya, dan Bandu Darmawan.

Salah satu karya yang ditampilkan adalah Tisna Sanjaya. Karya instalasi perupa asal Bandung itu dibuat spesial khusus saat acara pembukaan Museum MACAN.

Pameran Seni Semesta dan Angan: Koleksi Pilihan Museum MACANPameran Seni Semesta dan Angan: Koleksi Pilihan Museum MACAN Foto: Museum MACAN Jakarta/ Istimewa

"Karya ini merupakan saksi object dari performans Tisna Sanjaya yang berdurasi dua jam di tahun 2017. Kang Tisna menyusun 33 sajadah menggunakan bubuk arang dan merepresentasikan angka dalam zikir," tuturnya.

Karya instalasi Tisna Sanjaya yang terdapat banyak rempah-rempah itu sengaja ditaburkan para pengunjung sampai menghasilkan siluet di atas sajadah.

"Ada kayu manis, kunyit, pala, dan rempah-rempah lainnya yang merepresentasikan kekayaan alam dan keragaman budaya yang tersebar di kepulauan Indonesia," tukas Asri Winata.



Simak Video "10 Perupa Indonesia Hadir dengan Karya dari Masa Orde Baru ke Reformasi"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)