Pameran Seni Kontemporer Asia Tenggara Museum MACAN Dibuka Virtual

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 22 Jan 2021 15:08 WIB
Karya Seni Maharani Mancanegara di Pameran Seni Kontemporer Asia Tenggara
Museum MACAN menghadirkan seniman-seniman asal Asia Tenggara Foto: Museum MACAN/ Maharani Mancanegara
Jakarta -

Museum MACAN menghadirkan program publik virtual dan aktivasi digital untuk memulai pameran seni kontemporer Asia Tenggara yang bertajuk Stories Across Rising Lands. Eksibisi merupakan komisi oleh KONNECT ASEAN yang didukung oleh ASEAN-Korea Cooperation Fund.

Untuk memulai program publik, Museum MACAN menggelar diskusi panel bulanan mulai Januari sampai Maret 2021. Dalam keterangan pers yang diterima detikcom, seri diskusi akan menampilkan perupa yang berpameran, kurator, pimpinan lembaga seni, sampai akademisi.

Di seri diskusi pertama pada 23 Januari 2021 mulai 15.00 - 17.00 WIB, ada narasumber Alia Swastika (Yayasan Biennale Yogyakarta), Aaron Seeto (Direktur Museum MACAN), Joselina Cruz (Director Museum of Contemporary Art and Design Filipina), dan Russell Storer (Direktor, Curatorial & Collections, National Gallery Singapura).

Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto, menuturkan Stories Across Rising Lands adalah proyek seni yang ambisus dengan menyatukan beberapa perupa paling menarik di Asia Tenggara.

"Ada banyak diskusi tentang pentingnya Asia Tenggara dalam perkembangan perspektif global tentag seni kontemporer. Kami berharap bersama diskusi daring untuk publik dan program virtualnya dapat berkontribusi tentang kawasan saat kita tinggal," ungkap Aaron Seeto.

Karya Seni Maharani Mancanegara di Pameran Seni Kontemporer Asia TenggaraKarya Seni Maharani Mancanegara di Pameran Seni Kontemporer Asia Tenggara Foto: Museum MACAN/ Maharani Mancanegara

Pameran ini menghadirkan delapan perupa dan satu kolaborasi artistik. Di antaranya adalah Cian Dayrit (Filipina), Ho Rui An (Singapura), Kawita Vatanajyankur (Thailand), Saleh Husein (Indonesia), Lim Kok Yoong (Malaysia), Souliya Phoumivong (Laos), Maharani Mancanagara (Indonesia), Nge Lay (Myanmar), dan kolaborasi antara Tan Vatey dan Sinta Wibowo (Kamboja / Belgia).

Para perupa yang berpartisipasi lahir di dekade 1980-an dan terhubung dengan pengalaman mengenai teknologi media. Serta pergeseran diskusi ekonomi dan politik di negara masing-masing.

Ko-kurator Asep Topan dan Jeong-ok Jeon akan membuat video pendek agar publik bisa mengakses secara digital. Seri video pendek dinjutkan dengan pandangan seniman yang mengajak mengintip studio perupa seperti Saleh Husein (Jakarta) dan Kawita Vatanajyankur (Thailand).

[Gambas:Instagram]



Nantinya, pengunjung juga bisa menikmati tur pameran 360 derajat yang dipandu kurator dan dapat diakses lewat situs Museum MACAN.

Situs mikro yang dapat membuka kesempatan untuk analisa dan riset visual tentang karya seni Cian Dayrit lewat karya seni Ain't No Other Way Outta This Shitshow (2020) dan filter Instagram dari Saleh Husein - Arabien Controlled Territory (2018/2021).

Pameran Stories Across Rising Lands dibuka secara virtual mulai 23 Januari sampai 23 Mei 2021.



Simak Video "10 Perupa Indonesia Hadir dengan Karya dari Masa Orde Baru ke Reformasi"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/aay)