Ilustrasi Karya Anak Bangsa Harumkan Indonesia di Bologna

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 17 Des 2020 18:02 WIB
Bologna Childrens Book Fair 2020
Foto: Istimewa
Jakarta -

Karya anak bangsa kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Ada 9 karya ilustrasi seniman Tanah Air yang mejeng secara virtual di situs Bologna Children's Book Fair atau pameran buku anak-anak yang digelar setiap tahun di Bologna, Italia.

Di ajang pameran buku anak-anak, ada perayaan bagi ilustrator yang ke-53 dengan mengumpulkan 76 karya. Setiap tahunnya, karya para seniman dipilih untuk memperkaya katalog besar untuk penerbit di seluruh dunia.

Dari Indonesia, ada 9 karya ilustrasi yang dipajang. Salah satunya berasal dari pendiri kelompok ilustrator buku anak bernama Kelir, Evelyn Ghozali.

Eveyln yang memakai nama pena EorG menampilkan karya berjudul Look!Look! karya Aniek Wijaya. Ilustrasi antara realita dan fantasi itu menceritakan tentang anak dari keluarga yang hidup di gerobak.

"Ceritanya campur antara realita dan fantasi yang ditandai dengan perpindahan monokrom dan warna yang kaya. Adegan ini diambil waktu Umah sedang menghibur adiknya yang lagi rewel, berfantasi mengejar naga yang terbang dengan balon udara," kata Evelyn ketika berbincang dengan detikcom.

Ilustrasi Evelyn di Bologna bersanding dengan Audelia Agustine lewat Santa in the Jungle, Alifmoes dengan Hot Chocolate, MSekarayu melalui ilustrasi Smell of Christmass, Muninggar Herdianing dengan Not Friends (Yet) lalu ada karya Dewitrik dengan The Magic Watermelon Seed.

Kemudian, ada ilustrasi Hallo Band dengan Klik, Andina Subarja lewat Tanjidor and Ondel-ondel, serta Dina Riyanti lewat Christmas Skating.

Evelyn menceritakan di pameran daring kali ini merupakan season's greeting sebagai penutup tahun. Ilustrator wall menjadi ritual penting yang ada di dalam Bologna Children's Book Fair (BCBF).

"Ilustrator wall ini ritual penting yang terjadi di BCBF, di mana penyelenggara menyediakan tembok besar, dan banyak di area acara untuk ilustrator menempelkan postcard, poster atau apa pun di tembok agar siapa pun yang lewat keluar masuk area (editor, penulis, dsb) bisa mengamati, berkoneksi bahkan menemukan talenta," katanya.

Menurutnya, pameran ilustrator wall ini adalah wadah dari penyelenggara untuk menyediakan ruang bagi ilustrator di seluruh dunia.

"Istilahnya exist-lah agar bisa ditemukan siapa pun. Kalau ikutan illustrator wall. Kalau ikutan ilustrator wall virtual memang baru diadakan tahun ini karena event aslinya tidak terjadi. Jadi reaksinya sangat bagus dari panitia BCBF untuk memfasilitasi," tukasnya.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Update Corona RI 30 Agustus: Tambah 5.436 Kasus, Sembuh 19.389"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)