Mimic Theater Ajak Pencinta Seni Donasi dan Nonton Musikal Timun Mas

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 03 Des 2020 18:52 WIB
Pertunjukan Musikal Timun Mas Tayang Virtual 17 Desember 2020
Mimic Theater gelar pertunjukan perdana lewat musikal Timun Mas pada 17 Desember 2020 Foto: Istimewa
Jakarta -

Mimic Theater yang berdiri sejak 2019 menyelenggarakan pertunjukan perdana musikal Timun Mas yang diadaptasi dari cerita rakyat. Situasi tak menentu akibat pandemi Corona membuat penyelenggara menayangkan secara virtual pada 17 Desember 2020.

Pendiri Mimic Theater sekaligus sutradara dan penulis musikal Timun Mas, Sari Setyorini, menuturkan kelompok drama musikal yang dibentuknya bersama Cynthia Febryanti sengaja mengambil cerita dari dongeng dan legenda khas Indonesia.

"Kami sudah memikirkan pertunjukan ini sejak awal berdiri, naskah pun sudah jadi di Maret 2020. Tapi kondisi pandemi membuat kami sempat vakum sampai akhirnya memutuskan tetap menggelar musikal Timun Mas secara virtual," ungkap Sari saat jumpa pers virtual, Kamis (3/12/2020).

Mimic Theater dibentuk dengan gagasan awal memperkenalkan seni dan budaya kepada generasi muda. Gagasan itu berkembang menjadi pembinaan kepada generasi muda yang kurang mampu atau dari anak-anak panti asuhan.

"Di sini, kami juga menekankan untuk charity. Menonton teater musikal sekaligus untuk berdonasi. Kami ingin menjadi suatu wadah untuk kawula muda, bagi anak remaja yang ingin berkreasi dan mengembangkan minatnya tentang cerita kebudayaan Indonesia," sambungnya.

Di pertunjukan perdana, Mimic Theater berkolaborasi dengan anak-anak dari Panti Asuhan Tebet, Jakarta Selatan. Sari menceritakan tadinya mereka ingin bekerja sama dengan satu panti asuhan lainnya tapi terkendala imbas Corona.

Pertunjukan Musikal Timun Mas Tayang Virtual 17 Desember 2020Pertunjukan Musikal Timun Mas Tayang Virtual 17 Desember 2020 Foto: Istimewa

Mimic Theater pun, lanjut Sari, mendidik talenta-talenta yang belum pernah akting dan bergelut di bidang teater agar bisa main teater musikal. Salah satu pemain bernama Rifai yang berasal dari panti asuhan Tebet, menceritakan ini adalah lakon pertama yang dijalaninya.

Ia berperan sebagai dewa matahari dalam musikal Timun Mas. "Saya kesulitan menghapal teksnya, blocking, dan gestur selama pertunjukan," katanya.

Sari menambahkan Rifai adalah salah satu contoh pemain dari beberapa lainnya yang dididik untuk main musikal.

"Kesulitan aslinya karena mereka belum pernah main teater apalagi musikal sama sekali. Beberapa teman masih agak malu-malu, bingung harus seperti apa. Tapi karena ini konsepnya charity dan edukasi buat mereka, intinya kami ingin develop dari mereka yang nggak bisa akting, nyanyi, dan berekspresi sampai akhirnya bisa berekspresi," pungkasnya.



Simak Video "Persiapan Festival Sang Kuda Renggong Desa Ranjeng Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)