Garin Nugroho Terkenang Mendiang Rahayu Supanggah saat Garap Setan Jawa

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 11 Nov 2020 12:20 WIB
Rahayu Supanggah
Rahayu Supanggah meninggal dunia pada Selasa (10/11) Foto: Dok. ISI Surakarta
Jakarta -

Kabar duka menyelimuti dunia seni budaya Tanah Air. Setelah kepergian dalang kondang Ki Seno Nugroho, maestro karawitan Rahayu Supanggah meninggal dunia pada Selasa (10/11) dini hari.

Kepergian komposer Rahayu Supanggah itu juga membawa duka kepada sutradara Garin Nugroho. Lewat akun Instagram, Garin mengunggah kenangan bersama sosok pria yang akrab disapa Panggah itu ketika menggarap Setan Jawa dan Opera Jawa.

"Keagungan karya Alm. Rahayu Supanggah, doa untuk seorang pencipta kembali di sisi terbaik yang Maha pencipta: (gambar 1 dan 2, Setan Jawa dan Opera Jawa)," tulis @garin_film, seperti dilihat detikcom, Rabu (11/11/2020).

Garin menuliskan komposisi musik yang diciptakan budayawan Rahayu Supanggah di Setan Jawa dan komposer lainnya meraih Helpmann Award untuk kategori score original musik dari Australia.

Jenazah Rahayu SupanggahJenazah Rahayu Supanggah Foto: Bayu Ardi Isnanto/ detikcom

Karya Opera Jawa pun membuka 250 tahun Mozart di Wina yang juga meraih ilustrasi musik terbaik Asia di Hong Kong.

"Sebuah catatan pertama sejarah film indonesia dan dunia simponi orkestra gamelan yang sering disebut tradisi (gamelan) meraih penghargaan global dlm relasi sebagai komposisi musik film," tulisnya.

Karya-karya Panggah yang dianggap sebagai maestro gamelan itu mampu menembus batas antara dunia seni dan peran, tari, teater, karya seni instalasi, film, pendidikan sampai peran musik dalam psikologi terapan.

Rahayu Supanggah tak hanya dikenal sebagai mantan Rektor ISI Solo saja tapi juga seorang yang ikut menumbuhkan pusat pelatihan gamelan di berbagai dunia. Ia melahirkan banyak generasi baru serta menjaga kualitas karya yang diciptakannya secara langka.

[Gambas:Instagram]



Garin Nugroho bersama mendiang Rahayu Supanggah diakuinya tak banyak bercakap. Tapi bekerja sama sepanjang tahun 2005 sampai 2020.

Keduanya melahirkan Opera Jawa, tiga karya panggung yakni Ranjang Besi, Selendang Merah, dan Tusuk Konde, serta film cineorkestra Setan Jawa.

"Kita telah membuat tembang tembang bersama serta menjaga karya dng cara bersahaja .Begitu panjang namun terasa pendek, penuh ilmu dan penuh proses diri , namun sungguh berarti dalam sebuah team maestro luarbiasa , maka karya- karya Mas Panggah ini tidak akan pernah mati, hidup dan menghidupi ,penuh inspirasi bagi siapapun dan kehidupan ini, membangkitkan generasi baru," tukas Garin Nugroho.



Simak Video "Suasana Rumah Duka Maestro Gamelan Solo Rahayu Supanggah"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)