Tisna Sanjaya Berbagi Cara Tetap Kreatif di Tengah Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Minggu, 18 Okt 2020 09:22 WIB
Pameran tunggal Tisna Sanjaya Potret Diri Sebagai Kaum Munafik berlangsung di Galeri Nasional Indonesia pada 9-21 Juli 2018
Seniman Tisna Sanjaya / Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta -

Seniman asal Bandung, Tisna Sanjaya, berbagi cara tetap kreatif saat pandemi di Indonesia. Di situasi yang tak menentu, Tisna Sanjaya tetap berada di dalam rumah dan berkarya sesuai protokol kesehatan yang ada.

Saat berbincang virtual dengan media sosial Satuan Tugas Penanganan COVID-19, pria berusia 62 tahun itu menceritakan kondisinya berkarya selama 7 bulan belakangan.

"Situasi di Indonesia semakin menumbuhkan energi, spirit agar terus berkarya. Di era COVID-19 yang tambah kontemplatif, saya tetap saling berbagi, dan gotong royong. Saya banyak berkarya dan pameran meski ada beberapa agenda yang dicancel tapi kita tetap harus kreatif," ungkap Tisna Sanjaya dalam sesi diskusi bersama akun Instagram @lawancovid19_id, Sabtu (17/10/2020).

Dosen Seni Rupa di ITB itu menuturkan biasanya ketika berkarya selalu menggunakan bahan yang tak biasa. Tisna biasa memakai material yang berasal dari alam, misalnya saja lumpur dan sampah-sampah yang berserakan.

"Kebiasaan saya memang bahan-bahannya tidak ada yang di market, maka saya sekarang eksplorasi lagi. Sekarang saya memakai material yang berasal dari dalam rumah," tuturnya.

Tisna Sanjaya pun memakai material rumahan dan membuat seni partisipasi bersama istri dan anak-anaknya. Misalnya saja, saat Idul Adha lalu ketika masyarakat Indonesia diwajibkan salat Id di dalam rumah, Tisna menjadi imam sekaligus penceramah.

Dari peristiwa yang tak biasa itu, ia terinspirasi menciptakan karya seni baru di era COVID-19.

"Ada hal-hal yang unik dan menarik, serta tidak terduga. Itu dijadikan sesuatu, ada lukisan ketika saya jadi Imam Besar saat Idul Adha kemarin, seumur-umur saya tidak pernah jadi Imam Besar sekaligus penceramah," kelakar Tisna Sanjaya sembari tertawa.

Dalam berkarya, ia kerap membuat seni grafis, drawing, etsa, dan seni lingkungan. Beberapa tahun belakangan, Tisna Sanjaya aktif terlibat dalam proyek seni Cigondewah.

Ia ingin mengajak masyarakat agar sadar dengan lingkungan bersih yang ada di Sungai Citarum dan mengusahakan penyediaan air bersih. Karya-karyanya pun muncul dari proses perenungan soal lingkungan tersebut.

Sayangnya, saat pandemi masih berlangsung, ia mengaku kehilangan kegemaran bermain sepakbola bersama teman-teman dosen di ITB.

"Saya kehilangan banget sepakbola. Sebenarnya saya dan teman-teman punya Galados (Gala Dosen Penuh Dosa), di video ini saya main sepakbola di dalam rumah sambil melukis, karena seni lokal yang eksperimental ini bisa membawa pesan yang banyak ke masyarakat ," tukas Tisna Sanjaya.



Simak Video "Aksi Tisna Sanjaya dan Melati Suryodarmo di National Gallery of Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)