Siasat Penyelenggara Seni Buat Acara saat Masa Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 02 Okt 2020 14:55 WIB
ARTJOG Resilience Digelar di Jogja National Museum, Yogyakarta
ARTJOG Resilience Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Jakarta -

Pandemi COVID-19 berdampak ke berbagai sektor industri Tanah Air. Termasuk berbagai agenda seni dan budaya yang ada di Indonesia yang akhirnya terpaksa ditunda maupun dibatalkan.

Para seniman pun sebagian besar bertahan hidup di masa pandemi COVID-19. Penyelenggara acara mengubah event yang dibuat menjadi virtual dan kunjungan terbatas dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

ARTJOG secara khusus membuat edisi virtual tahun ini, yang seharusnya pameran seni tahunan kontemporer itu digelar secara besar-besaran. Acara yang berjudul ARTJOG Resilience sukses dibuka pada 7 September 2020 untuk publik.

Penyelenggara ARTJOG, Heri Pemad Management, mengatakan ARTJOG Resilience mewajibkan pengunjung untuk melakukan verifikasi reservasi.

"Pengunjung harus menjalani pemeriksaan suhu, mencuci tangan, dan baru diperbolehkan masuk. Di setiap sudut ruangan juga ada hand sanitizer," ucap Heri Pemad.

Heri Pemad juga mengatakan edisi khusus Resilience yang digelar pada Agustus ingin melihat apa yang bisa di tengah situasi COVID-19.

"Kami harus bisa beradaptasi dengan berbagai keadaan, bahkan di masa sulit sekali pun," sambungnya.

ARTJOG Resilience masih digelar di Jogja National Museum dan berlangsung sampai 10 Oktober 2020. Saat penyelenggaraan ARTJOG masih berlangsung, Festival Kesenian Yogyakarta juga digelar secara terbatas.

Mengusung tema #MULANIRA2, Festival Kebudayaan Yogyakarta 2020 beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19.

"Seriuh apa pun kondisi yang harus kita jalani di situasi pandemi seperti sekarang ini, kita tetap punya ruang dalam mengupayakan produksi pengetahuan, dan celah-celah ruang untuk bertahan," ungkap Direktur Utama FKY 2020, Paksi Raras Alit.

Menurutnya, FKY tetap digelar di masa pandemi dengan memberikan nafas kebudayaan dan terus bergerak.

"Di masa saat ini yang paling memungkinkan adalah cara pemanfaatan teknologi dan berpindahnya venue menjadi virtual," tukasnya.



Simak Video "Kabar Gembira! 26.500 Seniman Dapat Bantuan Rp 1 Juta per Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)