Karya Instalasi Yayoi Kusama Mejeng di Amerika saat Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 13 Agu 2020 15:38 WIB
Photo by Ironside Photography / Stephen Ironside.
Karya seni Yayoi Kusama dipajang di AS saat pandemi Foto: Stephen Ironside/ Istimewa
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat sejumlah agenda seni di dunia terpaksa ditunda penyelenggaraannya. Pameran seni retrospektif Yayoi Kusama di berbagai negara pun sebagian besar ditunda.

Tapi karya seni instalasi Yayoi Kusama yang berjudul Narcissus Garden mulai dipamerkan saat pandemi. Lokasi penyelenggaraan di salah satu taman di Museum Seni Amerika Crystal Bridges di Arkansas, Amerika Serikat.

Selama setahun ke depan, pengunjung bisa menyambangi karya seni tersebut tapi dengan aturan protokol kesehatan yang ketat. Kapasitas pengunjung setiap slot pun dibatasi.

Narcissus Garden merupakan karya seni instalasi yang pernah dipajang di Venice Art Biennale pada 1966. Karya seninya menampilkan bola-bola cermin yang disusun di atas tanah.

Karya instalasi Narcissus Garden adalah ciptaan debut sang seniman asal Jepang tersebut. Pada 1966, ia mendatangi Venesia, Italia, saat penyelenggaraan aft fair dan mengecam pasar seni yang ada di di kota tersebut selama puluhan tahun.

Photo by Ironside Photography / Stephen Ironside.Photo by Ironside Photography / Stephen Ironside. Foto: Stephen Ironside/ Istimewa

Dari acara Venice Art Binenale, Yayoi Kusama berdiri di antara karyanya dan sebuah tulisan bertuliskan Your Narcissism for Sale.

Ia menjual bola mengkilap seperti cermin refleksi kepada pengunjung dengan harga terjangkau, sekitar dua dolar Amerika atau sekitar Rp 30 ribu.

Narcissus Garden telah melanglang buana ke lebih dari 40 tempat di seluruh dunia. Dari Galeri Hayward di London, Galeri Seni Rupa Bellagio di Las Vegas, Central Park di New York, Fort Tilden di Rockaways di New York, Taman Paris, MoCA Westport di Connecticut, Museum Seni Modern Louisiana di Denmark hingga Kebun Raya Atlanta di Georgia.

Di Jakarta, karya seni instalasi Narcissus Garden pernah dipamerkan di Museum MACAN Jakarta. Karya tersebut dipajang bertepatan dengan pameran retrospektif sekaligus pembukaan museum yang berada di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Asisten kurator Museum MACAN, Asri Winata, mengatakan karya fenomenal Yayoi Kusama itu hadir di awal kariernya.

"Ini salah satu karya kontroversial. Karyanya ditampilkan di Venice Biennale, pameran seni dua tahunan yang paling bergengsi dan tertua di dunia. Saat itu Yayoi sebenarnya tidak diundang berpameran di lokasi permanen seniman-seniman Venice Biennale," ujar Asri sambil menjelaskan karya, pada Mei 2018.



Simak Video "Kemdikbud Gelar Catatan Sejarah Peradaban Seni di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)