Etza Meisyara Respons Pandemi COVID-19 di Arisan Karya Ronde ke-3

Tia Agnes - detikHot
Senin, 03 Agu 2020 15:48 WIB
Seniman Etza Meisyara
Museum MACAN Jakarta menghadirkan karya spesial dari Etza Meisyara Foto: Museum MACAN Jakarta/ Istimewa
Jakarta -

Seniman asal Bandung, Etza Meisyara, memeriahkan ronde ketiga Arisan Karya di Museum MACAN Jakarta. Hari ungkap karya di ronde ketiga berlangsung sore ini di Instagram Museum MACAN.

Etza Meisyara menjadi salah satu seniman yang menghadirkan karya spesial bersama sponsor OPPO. Selain Etza, ada Bagus Pandega dan Patricia Untario yang digandeng.

Dihubungi detikcom, Etza Meisyara mengatakan karya seni yang berjudul Face Facing Solitude merespons new normal di masa pandemi COVID-19.

"Di masa pandemi sekarang ini, segala aktivitas harus pakai handphone. Orang-orang memakai kamera depan hampir di semua aktivitas di segala bidang pekerjaan, sekolah, ibadah, dan dari situ kita harus beradaptasi dengan perubahan dunia ini," tutur Etza Meisyara, belum lama ini.

Etza merasa sebagai manusia saat pandemi Corona, setiap orang semakin intim dengan teknologi. Sebagai seniman, Etza merespons dengan membuat karya seni yang merupakan self reflection.

"Karena yang aku rasakan juga kalau aku menjalani hidup sehari-hari, energi itu hampir setiap hari ada di depan layar dan jadi seintim itu. Aku tuh pengin menyalurkan energi itu nggak lagi melihat kita jauh dengan teknologi," lanjutnya.

Etza Meisyara di Arisan Karya Museum MACAN JakartaEtza Meisyara di Arisan Karya Museum MACAN Jakarta Foto: Museum MACAN Jakarta/ Istimewa

Dari refleksi itu, Etza Meisyara membuat karya seni yang menggabungkan antara gagasan kamera depan, sains, dan sinyal frekuensi.

Etza juga membuat aplikasi yang bisa diunduh di telepon seluler. Ketika kita membuka aplikasi, wajah akan terdeteksi karena face recognition dan bisa diketahui apakah kita merasa sedih, bahagia, dan lain-lain.

Seniman yang kuliah jurusan intermedia dalam berkarya kerap mengeksplorasi berbagai medium dan material.

"Gagasan utamanya di mindset aku tuh sound ini selalu punya medium rambat. Aku tuh berusaha selalu melihat banyak kemungkinan untuk beradaptasi, dan sekarang aku lagi fokus ke teknologi, semakin ke sini aku jadi kenal orang IT di bidang yang berbeda-beda," tukasnya.

Di edisi ketiga Arisan Karya Museum MACAN, ada 150-an karya seni yang terpilih. Panggilan terbuka para seniman sudah berlangsung pada 16-19 Juli 2020 dan sore ini adalah hari ungkap karya di akun Instagram @museummacan.

Sebelumnya, ada dua ronde Arisan Karya yang sukses digelar dan diminati pecinta seni.



Simak Video "Kemdikbud Gelar Catatan Sejarah Peradaban Seni di Masa Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)