Kocaknya Pentas Wayang Gendut di Solo Sosialisasikan New Normal

Bayu Ardi Isnanto - detikHot
Rabu, 01 Jul 2020 08:20 WIB
Pentas Wayang Gendut
Pentas Wayang Gendut / Foto: (Bayu Ardi/detikcom)
Solo -

Pentas Onlen: Ngrabuk Nyawa #2 di Rumah Banjarsari Solo menghadirkan Congwayndut alias Keroncong Wayang Gendut. Pentas wayang kontemporer yang dibalut dengan humor itu berisi pesan kepada masyarakat dalam menjalani tatanan kenormalan baru atau new normal.

Bertajuk "Nyudamala", wayang menceritakan tentang cara-cara untuk menangani COVID-19. Dalang Dwi Suryanto alias Gendut mengambil latar belakang cerita Mahabarata, yakni peperangan antara Pandawa dan Kurawa.

Diceritakan dalam kondisi pandemi COVID-19, Pandawa dan Kurawa saling menuding bahwa Corona sengaja diciptakan untuk membunuh lawan. Keributan pun terjadi.



"Cerita terinspirasi dari kejadian nyata. Seperti saat ini kan Cina dan Amerika saling menuding, bahwa ini adalah senjata biologis dan sebagainya," kata Dwi, Selasa (30/6/2020).

Pergelaran wayang menjadi semakin menarik dengan adanya humor yang selalu disisipkan di setiap fragmen. Lelucon yang dilontarkan oleh dalang dan kawan-kawan berhasil mengocok perut penonton dari awal hingga akhir cerita.

Pentas Wayang GendutPentas Wayang Gendut Foto: (Bayu Ardi/detikcom)



Sosok-sosok yang tidak pernah ada dalam cerita pewayangan, juga tampil di atas panggung. Seperti ninja ataupun buto yang muncul sebagai sosok absurd.

Di akhir cerita, datanglah dewa baru bernama Batara Corona yang wujudnya tidak tampak. Dia menemui Semar untuk menyampaikan pesan protokol kesehatan untuk menghadapi new normal.

"Semar sebagai sosok panutan bertugas menyampaikan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan yang wajib dipatuhi agar terhindar dari virus," ujar dia.



Direktur Rumah Banjarsari, Zen Zulkarnaen mengatakan pentas seni ini digelar secara swadaya. Mereka membuka penjualan tiket online secara sukarela melalui nomor rekening yang tercantum saat acara berlangsung.

"Program ini selain bertujuan untuk melawan dampak sosial-ekonomi akibat pandemi, juga sebagai usaha menemukan format baru terkait kenormalan baru di bidang kesenian, terutama seni pertunjukan," kata dia saat dihubungi detikcom.

Dana yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk mengganti biaya produksi. Namun juga sisihkan untuk operasional Rumah Banjarsari yang merupakan ruang publik kesenian.



Simak Video "Mengenal Wayang Suket yang Dibuat dari Rumput Mendong"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)