detikHot

art

Patung Raja Belgia Leopold II Dirusak Pendemo Black Lives Matter

Jumat, 12 Jun 2020 11:47 WIB Tia Agnes - detikHot
Kematian George Floyd picu gelombang protes anti-rasisme. Sejumlah patung tokoh terkenal pun jadi sasaran vandalisme saat gelaran aksi protes itu berlangsung. Foto: AP Photo/Virginia Mayo
Jakarta -

Patung Raja Belgia Leopold II tak luput dari perusakan para pendemo Black Lives Matter. Sosoknya dianggap kontroversial karena bertanggung jawab atas kematian jutaan rakyat Kongo pada satu juta abad yang lalu.

Di seluruh Belgia, ada banyak patung dan monumen raja. Sejak kematian George Floyd di AS memicu protes di berbagai negara, patung-patung itu jadi sorotan.

Banyak patung yang dianggap rasialisme dihancurkan. Sosok Raja Leopold II punya peran dalam perdagangan budak di masa lalu. Ia memerintah sekitar tahun 1865 hingga 1909.



Para demonstran ingin patungnya dipindahkan. Saat ini patungnya dirusak dengan cat berwarna kuning dan merah.

"Ketika Anda mendirikan patung, artinya memuji tindakan sosok tersebut. Jerman tidak akan berpikir keras untuk membangun patung Hitler dan menghibur mereka. Bagi kami, Leopold melakukan genosida," ujar Presiden Kelompok Aksi Kongo, Mireille-Tsheusi Robert, dilansir dari AP, Jumat (12/6/2020).

Petisi yang ditanda tangani lebih dari 70.00 orang itu juga meminta patungnya dipindahkan. Selama sepekan belakangan, protes atas kematian George Floyd dan rasialisme memanas di Belgia.




Simak Video "Aksi Black Lives Matter Terus Bergaung di Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/imk)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com