Patung Christopher Colombus Dirobohkan karena Dianggap Simbol Genosida

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 11 Jun 2020 11:26 WIB
People kick at the head of a Christopher Columbus statue that was torn down at the Minnesota state Capitol in St. Paul, Minn., Wednesday, June 10, 2020. (Evan Frost/Minnesota Public Radio via AP)
Foto: AP/Evan Frost
Jakarta -

Patung Christopher Columbus di Amerika Serikat dirobohkan oleh pendemo antirasialisme. Para pengunjuk rasa menganggap patung tersebut simbol genosida atau pembantaian besar-besaran terhadap satu suku bangsa.

Awal pekan ini, patung Columbus di tiga lokasi digulingkan, salah satunya sampai dipenggal. Sosok Christopher Columbus dianggap kontroversial dalam sejarah Amerika.

Dilansir dari CNN, Kamis (11/6/2020), bagi sebagian orang, patung tersebut punya ikatan emosional.



"Saya tahu ada beberapa orang punya ikatan emosional dengan beberapa monumen di AS, tapi saya percaya dengan banyaknya orang yang turun ke jalan, itu adalah satu langkah untuk menuju persatuan di AS," ujar salah seorang penduduk Richmond, Maureen Stinger.

Seorang pengunjuk rasa menuturkan Christopher Columbus adalah pembunuh orang Pribumi sebelum munculnya nama benua Amerika.

"Christopher Columbus adalah seorang pembunuh orang Pribumi, mengarusutamakan budaya genosida terhadap orang Pribumi," ujar para pengunjuk rasa.

Pro kontra mengenai penggulingan patung Christopher Columbus terjadi usai seruan Black Lives Matter di AS dan negara-negara lainnya. Dua pekan setelah George Floyd dimakamkan, banyak patung dan monumen yang dianggap rasial dirobohkan.



Simak Video "Derek Chauvin, Eks Polisi AS Pembunuh George Floyd Ngaku Bersalah!"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)