Usai Patungnya Digulingkan, Nama Edward Colston Dihapus dari Bangunan

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 10 Jun 2020 14:13 WIB
Aksi Black Lives Matter turut berlangsung di Inggris. Patung Edward Colston yang merupakan pedagang budak di masa silam pun jadi sasaran demonstran di aksi itu.
Foto: AP Photo/Ben Birchall
Jakarta -

Sosok pedagang budak Edward Colston jadi sorotan para pendemo George Floyd di Inggris. Setelah patungnya dirobohkan, kini namanya di bangunan akan dihapus.

Bristol Music Trust berkomitmen untuk mengubah nama Colston Hall yaitu tempat konser yang ada di kota tersebut. Saat ini, papan namanya sudah diturunkan.

Sampai nama baru ditemukan, papan nama eksternal di bangunan diganti menjadi tulisan 'sebagai demonstrasi komitmen kami'. Tempat yang dibangun pada 1867 atau 146 tahun setelah Colston meninggal, tempat lokasi konser didirikan tidak menggunakan uang pedagang tersebut.



Pada 2017, nama Colston Hall sempat ingin diganti namun belum terealisasi. Kepala Eksekutif Bristol Music Trust, Louise Mitchell, menggambarkan nama Colston sebagai 'merk beracun'.

Bangunan Colston Hall berdiri di Colston Street yang sepertinya nama jalan itu juga segera dihapus. Situs Museum Bristol mendeskripsikan Edward Colston sebagai filantropis/pedagang budak yang dikecam. Dia lahir di Bristol namun lama tinggal di London.

Edward Colston menjadi anggota aktif Royal African Company yang memperdagangkan orang Afrika selama 11 tahun. Dia disebut menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk amal.

Patung perunggu Colston berdiri pada 1895 dan digulingkan oleh pendemo Black Lives Matter akhir pekan lalu. Patungnya pun kini dibuang ke pelabuhan.



Simak Video "2 Tahun Kematian George Floyd, Biden Tanda Tangani Perintah Eksekutif "
[Gambas:Video 20detik]
(tia/imk)