detikHot

art

Koreografer Eko Supriyanto Gandeng Ibu-ibu Belu untuk Pentas Terbaru

Rabu, 29 Jan 2020 13:33 WIB Tia Agnes - detikHot
Pertunjukan Ibuibu Belu: Bodies of Borders karya Eko Supriyanto Foto: Komunitas Salihara/ Istimewa
Jakarta -

Koreografer Eko Supriyanto segera menggelar pertunjukan terbaru awal Februari. Pentas yang berjudul 'Ibuibu Belu: Bodies of Borders' digelar pada 6-7 Februari 2020 di Teater Salihara, Jakarta Selatan.

Sukses dengan trilogi Jailolo, yaitu 'Cry Jailolo' (2015), 'Balabala' (2016), dan 'Salt (2017), Eko kini melebarkan eksplorasinya ke Pulau Timor. Selama dua tahun, ia menggali ritual dan tradisi tari Likurai dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Tari likurai biasanya digunakan sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang datang ke Kabupaten Belu. Dalam rilis yang diterima detikcom, Eko mengeksplorasi gerakan, ritme, lagu, dan tradisi tekstil di Pulau Timor sebagai karya baru.



"Melalui karya ini Eko hendak menunjukkan bagaimana tarian Likurai membawa kekerabatan orang-orang yang kini terbagi oleh batas-batas politik yang memisahkan Nusa Tenggara Timur dan negara tetangga Timor-Leste," tulis keterangan pers yang diterima.

Para penari yang dilibatkan pendiri Ekos Dance Company adalah ibu-ibu Belu. Salah satunya berasal dari Timor Timur untuk menggali ingatan dan sejarah hidup para penari.

Eko Supriyanto merupakan salah satu koreografer dan penari yang kaya akan pengalaman khususnya di Amerika Serikat. Ia belajar dengan Peter Cellars, Julie Taymor, Peter Cellars, Arco Renz dan pernah terpilih sebagai penata tari untuk konser tur Madonna.




Simak Video "Uniknya Seni Pertunjukan Gabungan, Jakarta."
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com