detikHot

art

Dari 10 Ribu Jam CCTV, 'Dragonfly Eyes' Ajak Berpikir Ulang soal Realita

Minggu, 29 Sep 2019 14:00 WIB Tia Agnes - detikHot
Halaman 1 dari 2
Dari 10 Ribu Jam CCTV, Dragonfly Eyes Ajak Berpikir Ulang soal Realita Foto: ist
Jakarta - Museum MACAN Jakarta menghadirkan pemutaran film 'Dragonfly Eyes' karya perupa Tiongkok, Xu Bing. Digelar perdana di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, penayangan film fitur pertama yang berasal dari 10 ribu jam rekaman kamera pengintai atau CCTV itu bagian dari pameran tunggal 'Xu Bing: Thought and Method'.

Selama 1,5 jam lamanya, penonton diajak berpikir ulang soal batas antara realita dan dunia maya. Di awal pemutaran, penonton yang hadir diharuskan mematikan ponsel dan menaruhnya ke dalam amplop cokelat. Secara tak langsung, penonton pun 'dipaksa' untuk masuk ke dalam alur cerita yang dibuat Xu Bing.

Sejak 2013, Xu Bing sudah memikirkan ingin membuat film dari materi rekaman CCTV. Namun baru tahun 2015, materi penyiaran tersedia secara online di jagat maya.


Perupa yang kini tinggal di New York dan Beijing itu mengumpulkan sekitar 10 ribu jam rekaman kamera dan menggunakan potongan-potongan realita untuk membuat kisah. Dalam film tidak ada satu pun aktor, namun ceritanya berpusat pada tokoh perempuan bernama Dragonfly yang menjalani operasi kecantikan.

Di awal film 'Dragonfly Eyes', ada kolase berbagai kejadian tak biasa yang berhasil tertangkap kamera. Ada seorang perempuan yang sedang bermain ponsel dan terjatuh ke sungai lalu tenggelam, ada kecelakaan pesawat, mobil, seorang nenek dipukuli, maupun cerita tentang si karakter perempuan bernama Qing Ting.

Di beberapa bagian, ada adegan yang membuat terhenyak dan takjub penonton Teater Salihara. Xu Bing pun membuat plot tak terduga, seorang pria yang mengenal perempuan bernama Qing Ting lalu pacaran, dan ia masuk ke dalam bui.

(tia/mau)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com