DetikHot

art

'Constellation Neverland' Sembilan Matahari Hadir di Wave of Tomorrow

Jumat, 19 Okt 2018 11:01 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Constellation Neverland Sembilan Matahari Hadir di Wave of Tomorrow 'Constellation Neverland' Sembilan Matahari Hadir di Wave of Tomorrow Foto: Sembilan Matahari
Jakarta - Sembilan Matahari asal Bandung bakal turut meramaikan festival seni teknologi terbesar di Jakarta yang dikenal dengan nama, Wave of Tomorrow. Festival ini bakal dibuka pada Jumat (19/10) malam di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ada tiga karya yang bakal disajikan Sembilan Matahari. Salah satunya adalah 'Constellation Neverland' yang pernah ditampilkan di berbagai negara termasuk seri kedua karyanya yang hadir di Street Stage Bandung pada 2016 silam.

"Kami menampilkan 'Constellation Neverland' dengan tampilan yang lebih baik dan besar. Karena setiap tahun teknologi berkembang, begitu juga dengan alat yang kami gunakan juga semakin mutakhir," tutur CEO and Creative Head Sembilan Matahari, Adi Panuntun, ketika diwawancarai detikHOT belum lama ini.



'Constellation Neverland' merupakan karya seni instalasi yang terdiri dari sekelompok awan buatan dan tali yang melayang sehingga meniru suasana hujan, salju, dan petir. Karyanya digabungkan dengan teknologi visual yang dipancarkan oleh proyektor.

Karya 'Constellation Neverland 1.0' sebelumnya pernah diapresiasi di banyak negara. Di antaranya adalah Mapping Festival Jenewa - Swiss, World of Projection Mapping-Jepang, dan Wonder of Fantasy, Art and Technology Exhibition-Taiwan.

Di karya seri 'Constellation Neverland', Sembilan Matahari memiliki pesan tersendiri yang bertujuan menginspirasi masyarakat.

"Di karya 'Constellation Neverland' yang terinspirasi dari proses turunnya salju yang begitu romantis perlahan jatuh ke bumi. Kenangan indah tersebut yang ingin kami bawa, kami perlihatkan kepada masyarakat di sini," katanya lagi.



Berdiri sejak 2007, Sembilan Matahari menjadi studio lintas disiplin yang fokus pada desain, film, dan kreatif coding. Karya-karya inovatif Sembilan Matahari kerap menghadirkan video mapping, animasi, sampai film.

Pada 2010 lalu, Sembilan Matahari menjadi perbincangan lantaran karya video mapping yang bekerja sama dengan Pemprov DKI di Kota Tua memukau publik. Saat itu, mereka menjawab tantangan pemerintah yang berencana merevitalisasi Kota Tua sebagai ruang bermain baru bagi pelaku Industri kreatif. Dalam proyek tersebut, Sembilan Matahari menceritakan sejarah Kota Jakarta menggunakan video mapping dengan medium Gedung Museum Fatahillah.



(tia/doc)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed