Laporan dari Hong Kong

Karya Interaktif Seniman Prancis dan Korea 'Invasi' Harbour City

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 27 Mar 2018 09:46 WIB
Foto: (Agnes/detikhot)
Jakarta -

Harbour Art Fair 2018 tak hanya menjual karya-karya high art saja di dalam kamar Marco Polo Hotel, kawasan Kowloon Hong Kong. Untuk menarik pengunjung, penyelenggara Harbour City mencoba memikat dengan patung-patung yang berada di dekat terminal ferry.

Dimulai dari karya seni visual dari Invader asal Prancis. Ada empat karakter pixel game berwarna merah, hijau, biru, dan kuning yang menarik perhatian publik. Sidik jari mozaik Invader memang telah 'menginvasi' Hong Kong yang kesekian kalinya.

Ada beberapa karya yang telah dihapus, tapi ada juga yang masih dilestarikan sampai sekarang. "Invader sangat terkenal di Hong Kong," ujar Assistant Promotions & Advertising Manager, Winney W.K. Leung di Harbour City, Kowloon, Hong Kong, Senin (26/3/2018).

Setelah Invader, patung-patung karya seniman Korea Byun Dae-yong pun tak kalah diminati. Berukuran raksasa dan berwarna pastel, karyanya berhasil menarik minat publik.

Patung yang berada di ruang terbuka di Forecourt, Ocean Terminal itu diubah menjadi wilayah kutub. Ada patung-patung beruang kutub yang menggemaskan tapi kurus.

Karya Interaktif Seniman Prancis dan Korea 'Invasi' Harbour CityFoto: (Agnes/detikhot)


Simbol beruang kutub hadir bukan tanpa alasan. Dikutip dari situs Harbour Art Fair 2018, disebutkan Byun kerap berbicara masalah lingkungan. Mencairnya gletser, beruang kutub sebenarnya tidak ingin cuaca yang hangat karena mereka tidak akan bisa hidup tanpa cukup es.

"Permasalahan lingkungan di sini yang sengaja dibicarakan oleh Byun Dae-yong. Tapi tentu saja di sore hari seperti ini, patung beruang kutubnya menarik minat masyarakat untuk berfoto," kata Winney W.K. Leung.

Di bagian dalam Marco Polo Hotel, karya Byun masih bisa dilihat di dalam ruangan pameran patung spesial bersama dengan karya Enjo dan Noh Jun.

[Gambas:Video 20detik]

(tia/doc)