"Kita akan menerbitkan buku. Semuanya bergenerasi, pemainnya dari bapak sekarang, anak, penonton kakek sampai cucu-cucu," ujar Ratna Riantiarno, Pimpinan Produksi Teater Koma saat jumpa pers di Balai Latihan Kesenian Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).
Simak: Teater Koma Pentaskan Ulang 'Opera Ikan Asin'
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukunya tentang perjalanan Teater Koma yang dikumpulkan dari awal berdiri sampai sekarang. Ternyata saya juga baru menyadari sudah 6 kali dilarang dan 16 kali diinterogasi. Semua cerita ada di buku," lanjut Nano.
Nano pun sudah pernah membawa buku yang ditulisnya tersebut ketika melakukan perjalanan ke Frankfurt dan Berlin. "Saya pernah perlihatkan ke Teater Bercht. Mudah-mudahan buku ini bisa menginspirasi kelompok teater lainnya," pungkas Nano.
Baca Juga: 'The Return of the Young Prince': Membangkitkan Kembali Semangat Kanak-kanak
(tia/mmu)











































