BWCF 2016 Akan Rintis Berdirinya Asosiasi Penulis Profesional

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 23 Sep 2016 09:41 WIB
Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Selama empat hari penyelenggaraan Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF) 2016, ada beberapa agenda utama yang menarik. Salah satunya adalah Musyawarah Penerbit-Penulis bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) di hari kedua BWCF di The Heritage Convention Center, Plataran Borobudur Resort and Spa, Magelang.

Kurator BWCF 2016, Seno Joko Suyono, mengatakan selama tujuh tahun belakangan profesi penulis makin diminati dan banyak yang beralih 100 persen ke profesi penulis. "Profesi ini tidak seperti profesi lainnya, Bekraf bersama BWCF ingin menggelar diskusi rountable membicarakan tentang asosiasi penulis profesional," katanya saat jumpa pers BWCF di kawasan Kuningan, Kamis (22/9/2016).

Simak: Borobudur Writers and Cultural Festival 2016 Usung Tema tentang Serat Centhini

Nantinya di diskusi dan musyawarah akbar, BWCF akan mengundang sekitar 50-an penulis buku dari berbagai genre. Mulai dari penulis fashion, kuliner, olahraga, biografi, fiksi, dan lain-lain.

"Selama ini di Indonesia belum ada asosiasi penulis profesional dan nantinya akan ada banyak keuntungan," tambah Seno.

BWCF adalah festival budaya yang berbeda dari festival sejenis karena selalu mengangkat khazanah budaya Nusantara, khususnya dari perspektif sastra maupun kajian sejarah serta arkeologis. Perayaan ini dilakukan di kawasan sekitar Candi Borobudur yang merupakan monumen besar peradaban Nusantara. Tahun ini, BWCF mengusung tema berjudul 'Setelah 200 Tahun Serat Centhini: Erotisme & Religiusitas, Musyawarah Akbar Kitab-kitab Nusantara'.

BWCF 2016 berlangsung pada 5-8 Oktober 2016 di kawasan Magelang dan Yogyakarta dan menghadirkan sekitar 300 penulis, budayawan, akademisi, pakar sejarah, penulis, seniman, maupun masyarakat umum.

(tia/dal)