Sel dan Kaligrafi, Penjelajahan Melissa Sunjaya atas Penyair 'Si Binatang Jalang'

Tia Agnes - detikHot
Senin, 15 Agu 2016 12:00 WIB
Foto: Istimewa/ Melissa Sunjaya/ Tia Agnes
Jakarta - Mendengar nama Chairil Anwar apa yang akan teringat di benak masyarakat? Puisi 'Aku', 'Krawang-Bekasi' atau metafora ingin hidup seribu tahun lagi, serta sosok penyair yang meninggal dunia di usia yang terbilang sangat muda?

Ya, berbagai kenangan penyair Angkatan '45 yang kerap disebut dengan julukan 'Si Binatang Jalang' kali ini hadir di Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan hingga 28 Agustus mendatang. Melissa Sunjaya yang dikenal lewat brand Tulisan sangat menggemari sosok dan puisi-puisi Chairil.

Bermula dari dua tahun lalu, Melissa mulai meriset perjalanan Chairil serta makna dari kutipan-kutipan puisinya. Dia pun berjumpa dengan Prof.Dr.Burton Raffel, seorang sastrawan kenamaan Amerika Serikat yang menerjemahkan karya Chairil dalam bahasa Inggris 'The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar'. Perjumpaannya pada Maret 2015, memperluas pemikiran Melissa terhadap sosok Chairil Anwar.

Pujangga yang karya-karyanya masih menggema dan familiar di generasi muda memiliki kekuatan kata-kata. "Saya menampilkan kutipan-kutipannya dalam 75 karya visual abstrak yang ada banyak makna tersembunyi. Uniknya hanya bisa dilihat lewat lensa merah, hal yang biasa dan sederhana tapi mengungkapkan yang tersembunyi di balik karya saya," ungkapnya di sela-sela malam pembukaan, di Galeri Salihara, akhir pekan yang lalu.



Baca Juga: Pameran 'Bio Fantasy' Karya Seniman Visual Melissa Sunjaya Resmi Dibuka

Namun, jauh sebelum ketertarikan terhadap sosok Chairil, Melissa sudah terlebih dahulu jatuh cinta terhadap dunia sains. Setiap sel yang pernah dilihatnya lewat mikroskop (alat untuk melihat sel yang berukuran sangat kecil atau mikroskopis), dicatatnya, lalu digambar layaknya sebuah sketsa di buku berukuran kecil. Sketsa berisi sel-sel tersebut masih disimpannya sampai penjelajahannya terhadap Chairil.



Kemudian, muncullah ide menggabungkan antara skesta sel-sel dengan kaligrafi kutipan-kutipan Chairil. Awalnya, Melissa menuliskan kaligrafi di atas kanvas putih lalu menimpa-nya dengan sketsa sel-sel. "Ada teknik khusus sehingga hanya bisa dilihat pakai lensa merah."

Tak hanya lukisan-lukisan abtrak tersembunyi Chairil saja, tapi di pameran 'Bio Fantasy' yang dibuka akhir pekan lalu juga terdapat lima dinding latar belakang penjelajahan Melissa yang ditulisnya langsung di Galeri Salihara atau on site. Dia pun memajang bagan atau tabel yang menceritakan ilmuwan-ilmuwan yang menginspirasinya.



Melissa pun mengajak pengunjung yang hadir di eksibisi tunggalnya untuk berinteraksi. Lewat lensa merah menjadikan para pembaca bagian dari instalasi seni bermakna ganda tentang 'puisi'. Tak hanya unsur sains atau sel, kaligrafi atau lettering, maupun lukisan bergaya abstrak, tapi Melissa berhasil menemukan perpaduan yang pas untuk menceritakan ulang sosok Chairil Anwar kepada generasi masa kini.

Jika Anda tengah berada di kawasan Pasar Minggu, singgahlah ke Galeri Salihara dan rasakan imajinasi dari petualangan Melissa Sunjaya terhadap Chairil Anwar. Siap-siap terkagum tiada hentinya terhadap 'Bio Fantasy'!

(tia/mmu)