Hasil lainnya adalah jumlah halaman yang juga ikut mengalami peningkatan. Jumlah halaman rata-rata mencapai 100 halaman di tahun 1976, lalu angkanya meningkat 140 halaman pada 1986. Sementara di tahun 1996 sampai 2006, rata-rata halamannya 175 halaman. Tahun ini, meningkat 173 persen jadi 290 halaman.
Simak: Lewat 'Semar Gugat', Teater Koma Sentil Isu LGBT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Novel fantasi cenderung sangat panjang halamannya dan penulis mampu membangun dunia lain. Pembaca fantasi juga bisa tersesat di dunia-dunia buatan tersebut," kata editor dan penulis Ilene Cooper, seperti dilansir dari Guardian, Kamis (3/3/2016).
Cerita Harry Potter pun diakuinya sebagai pemicu dari tren genre tersebut. "Penerbit percaya anak-anak memiliki perhatian dari dunia buatan JK Rowling," tambahnya.
Editor buku anak-anak, Caroline Horn mengatakan saat era 1990-an, penerbit memang menolak naskah lama yang panjang. "Ada keyakinan bahwa anak-anak memiliki rentang yang cukup pendek untuk fokus membacanya. Harry Potter membuka mata penerbit dan membuat mereka mengevaluasi lagi soal pasar buku yang akan diterbitkan," pungkasnya.
(tia/ron)











































