Terletak di Marina Bay Sands Expo and Convention Level B2 Hall D,E,F, preview bagi kolektor seni dan media sudah dibuka sejak pukul 15.00 waktu setempat. detikHOT pun diundang untuk pertama kalinya merasakan sensasi eksibisi terbesar di Asia tersebut. Sebanyak 173 galeri dari 34 negara berpartisipasi memeriahkannya.
Di antaranya dari Argentina, Australia, daratan Tiongkok, Kolombia, Finlandia, Prancis, Jerman, Indonesia, India, Israel, Italia, Jepang, Kazakhstan, Lebanon, Malaysia, Filipina, Saudi Arabia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Turki, UAE, Inggris, Amerika Serikat dan Uruguay. Beberapa nama galeri ternama dunia, regional, galeri yang memiliki basis di Singapura, juga hadir meramaikan Art Stage Singapore yang sudah berlangsung keenam kalinya di negara dengan ikon Merlion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan masuk menuju hall yang luas dibuka oleh karya seni instalasi raksasa berbentuk sayap 'Netscape' milik perupa dan desainer Thailand Ploenchan 'Mook' Vinyaratn. Karya ini menjadi gerbang sekaligus ajang foto bagi pengunjung yang hadir. Terbagi ke dalam 4 bagian, siapkan diri Anda untuk sensasi art fair terbaik di Singapura.
Dari pintu masuk, ke sebelah kanan maka terdapat bagian eksibitor 'Video Stage'. Video tak hanya menjadi bagian visual dari industri perfilman saja, tapi video kini menjadi salah satu bagian dari 'seni'. Kolaborasi Art Stage bareng NTU Centre for Contemporary Art Singapura, Mark Glode dan Mark Nash menampilkan video berjudul 'Velocity'. Di bagian ini, Cemeti Art House asal Yogyakarta ambil bagian dengan kumpulan video art seniman Cemeti selama 17 menit.
![]() |
Berlanjut ke bagian karya seni publik dan eksibisi spesial yang dipajang di setiap sudut Art Stage. Seperti karya seni Anon Pairot (Thailand) yang menampilkan lukisan di atas kanvas yang terdiri dari binatang jangkrik. Karya berjudul 'Sweet Word #HAPPY, #LOVE, #LIVE, #FAITH' menarik minat pengunjung. Bagian lainnya adalah eksibisi dari 173 galeri dunia. Sembilan galeri dari Indonesia pun meramaikannya.
Di bagian Southeast Asia Forum, Anda akan menemukan sensasi yang berbeda lagi. Di sisi yang diberikan warna jingga di peta pameran merupakan pilihan kurator Art Stage yang fokus terhadap persoalan global yang berdampak pada negara dan kehidupan sehari-hari. Tiga seniman Indonesia berkesempatan dengan memajang karyanya di sini. Mereka adalah Aditya Novali, Tintin Wulia dan Aliansjah Caniago.
Ketika jumpa pers media, Pendiri dan Direktur Art Stage Singapore Lorenzo Rudolf mengatakan Art Stage bukanlah sebatas pameran seni yang mengambil keuntungan materi. "Dari awal, saya mendirikannya kita harus fokus pada persoalan seni ekosistem. Hal ini yang saya katakan bersama dengan kolektor, kurator, direktur museum, seniman, dan galeri-galeri seluruh Asia. Kita harus menjadi pameran seni terunggul dan catalist," ungkapnya, Rabu (20/1/2016).
Art Stage Singapore, kata dia, juga berkomitmen untuk mengembangkan seni di Singapura dan kawasan Asia lainnya. "Dan kami juga menciptakan pasar seni yang kuat dan menjadi bagian yang kuat dari 'art fair' di dunia," lanjutnya.
Penasaran seperti apa Art Stage Singapore 2016 kali ini? Datang saja ke Marina Bay Sands Expo and Convention mulai hari ini. Tiketnya dibanderol dari harga harian S$ 32, tiket 4 hari S$ 64, tapi jika Anda datang berkelompok sebanyak minimal 20 orang tiketnya menjadi dari S$15 sampai S$25. (tia/dal)












































