Lebih dari 100 objek perhiasan dikoleksi oleh Sheikh Hamad bin Abdullah Al Thani, anggota kerajaan dari Keluarga Kerajaan Qatar. Dilansir dari Guardian, Kamis (19/11/2015), sejarah perhiasannya dimulai pada awal Mughal dalam bentuk cangkir anggur yang dibuat awal abad ke-17 saat pemerintahan Jahangir.
Ada juga perhiasaan di abad ke-18 yang dimiliki oleh Robert Clive dari India serta terbuat dari batu giok nephite dengan ruby dan emerald. Kurator Susan Stronge berharap para pengunjung akan tertarik dengan kisah di balik perhiasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kau bisa melihat posisi yang penting di perhiasan masyarakat India di setiap tingkatan," ujarnya.
Selain itu, ada juga koleksi perhiasan Al Thani, yang dipinjamkan sebanyak tiga buah permata mahkota. Termasuk perhiasan penakluk di abad ke-14 dari Asia Tengah.
Direktur Victoria and Albert Museum, Martin Roth mengatakan pameran spektakuler ini juga tengah berlangsung di festival India. "Ini wawasan yang menarik dalam koleksi batu mulia yang luar biasa. Kualitasnya juga melengkapi koleksi Asia Selatan," tutupnya.
(tia/dal)











































