Dijelaskan oleh Ketua Umum API pusat, Anusapati, kawasan Jalan Malioboro sudah sesak dengan berbagai karya seni termasuk patung dan seni instalasi. Lokasi tersebut juga dianggapnya terlalu ramai untuk memajang karya para pematung.
"Kami anggap Malioboro sampai ke Titik Nol sudah kasihan. Terlalu banyak dieksploitasi," ungkapnya kepada detikHOT ketika ditemui di Pasific Place Mall Jakarta, belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya tidak ingin penyelenggaraan 'Jogja Street Sculpture Project' merampas ruang publik apalagi mengganggu aktivitas masyarakat yang lalu lalang di sana. "Kami ingin memperindah kota dan menaruhnya di tempat yang berbeda."
Lokasi yang dipilih untuk penempatan puluhan patung adalah dari Jalan Mangkubumi hingga kawasan Patung Tugu. Mereka menilai kawasan tersebut strategis dibandingkan lokasi lainnya.
Eksibisi yang dibuka pada 30 Oktober akan ditutup sampai 15 Desember mendatang. Rencananya, pameran yang dimulai tahun ini akan kembali diselenggarakan di tahun-tahun mendatang.
"Sekarang kami kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kota Yogya, dan diharapkan tahun depan juga bisa digelar di kawasan lainnya. Agar kesenian di Yogya tidak mati di satu tempat saja," pungkas ketua umum yang sudah menjabat dua periode di API ini.











































