Seniman Spanyol Kritik Budaya Jepang dengan Grafiti

Seniman Spanyol Kritik Budaya Jepang dengan Grafiti

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 13 Jul 2015 16:40 WIB
Seniman Spanyol Kritik Budaya Jepang dengan Grafiti
Jakarta - Seniman asal Spanyol yang dikenal dengan nama Pejac baru saja menyelesaikan tur keliling Asia. Karya-karya grafitinya menghiasi jalanan Hongkong, Korea Selatan sampai negeri Sakura. Salah satunya adalah jalanan kota Tokyo.

Dengan lantang, melalui empat grafiti buatannya Pejac menciptakan sebuah satire. "Saya ingin membuat intervensi yang mengkritik situasi politik dan sosial dan menanggapi topik metropolitan dengan cara yang puitis," katanya dilansir dari My Modern Metropolis, Senin (13/7/2015).

Baca Juga: Setelah 'Harry Potter', Novel 'Go Set a Watchman' Paling Laris Terjual

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menafsirkan ulang citra budaya Jepang dengan ciri khasnya, Pejac seperti menyindir budaya Jepang. "Saya melihat tradisi masa lalu secara kritis," katanya.

Seperti grafiti 'gulliver'. Pejac menggunakan ikon budaya Jepang yakni bonsai dan membuat grafiti surealistik dengan elemen yang berbeda. Kedua, grafiti 'Seppuku'.

"Saya membuatnya semacam ucapan terima kasih kepada budaya jepang, karena budaya ini telah turun menurun ada di masyarakat tradisi," ucap Pejac.

Serta grafiti terakhir adalah sirip hiu di jalanan kota Tokyo. Genosida spesie hiu salah satu makanan yang dikonsumsi di Jepang. "Bukan satu-satunya tapi kritik ini dilontarkan kepada publik yang memakannya," tutupnya.

(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads