Dengan lantang, melalui empat grafiti buatannya Pejac menciptakan sebuah satire. "Saya ingin membuat intervensi yang mengkritik situasi politik dan sosial dan menanggapi topik metropolitan dengan cara yang puitis," katanya dilansir dari My Modern Metropolis, Senin (13/7/2015).
Baca Juga: Setelah 'Harry Potter', Novel 'Go Set a Watchman' Paling Laris Terjual
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti grafiti 'gulliver'. Pejac menggunakan ikon budaya Jepang yakni bonsai dan membuat grafiti surealistik dengan elemen yang berbeda. Kedua, grafiti 'Seppuku'.
"Saya membuatnya semacam ucapan terima kasih kepada budaya jepang, karena budaya ini telah turun menurun ada di masyarakat tradisi," ucap Pejac.
Serta grafiti terakhir adalah sirip hiu di jalanan kota Tokyo. Genosida spesie hiu salah satu makanan yang dikonsumsi di Jepang. "Bukan satu-satunya tapi kritik ini dilontarkan kepada publik yang memakannya," tutupnya.
(tia/mmu)











































