Pendiri dari ICAA Yince Djuwidja mengatakan ke depannya pameran ini akan digelar dua kali dalam setahun. "Kolaborasi ini menyatukan dua kebudayaan dari dua negara," ucapnya akhir pekan lalu di Museum Nasional, Jakarta Pusat.
Pameran yang dikuratori oleh Agus Dermawan dan Yan Ding dari Tiongkok ini dimulai dari tanggal 19 hingga 25 Oktober mendatang. "Kami memilih para pelukis dari bidang akademisnya dan ke depannya akan ada kegiatan seni lukis antara Tiongkok dan Indonesia."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
kolektor, pendidik, dan penerbit seni yang menemukan dan mempromosikan. Serta membentuk seniman
Tiongkok dan Indonesia dengan gaya yang unik dan keterampilan artistik yang indah.
Para seniman Indonesia yang berpartisipasi adalah Agung Mangu Putra, Budi Ubrux, Chusin Setiadikara, Erica Hestu Wahyuni, Gatot Indrajati, Hanafi, I Made Sukadana, Ivan Sagita, I Wayan Sudarsana Yansen, Joni Ramlan, Kartika Affandi, Katirin, Made Wianta, Nasirun, Nyoman Gunarsa, Putu Sutawijaya, dan Sri Warso Wahono.
Sedangkan dari Tiongkok yakni Cai Zhi Shu, Cheah Thien Soong, Huang Guang Nan, Lei Han lin, Liu Ke Ming, Shao Fei, Shu Xin Shui, Stephen Leong, Chun Hong, Su Mei, Tan Lei Ming, Ting Shao Kuang, Xiao Han, Xu Ru Lin, dan Zhang Xue Hong.
(tia/tia)











































