Dalam rangka hari Ulang Tahun Jakarta, Pasca Sarjana IKJ bekerja sama dengan Taman Ismail Marzuki, Dewan Kesenian Jakarta, dan Daya Lima menyelenggarakan Kampus Kampung Partnership dengan tema 'Bluzuggan Bloes Betawi'.
"Nantinya akan ada 350 seniman kampus dan kampung yang berkolaborasi," ujar kurator Otto Sidharta saat jumpa pers di lobi Teater Kecil, TIM, Selasa (24/6/2014).
Pagelaran ini dimentori oleh seniman Sardono W.Kusumo. "Aktivitas kesenian tidak terlepas dari kesenian di kampung-kampung. Di Pasca Sarjana IKJ sendiri ada mata kuliah seni urban," ungkapnya.
Ide 'Bluzuggan Bloes Betawi' ini sudah ada sejak tahun lalu. Nantinya akan menampilkan beberapa karya dari mahasiswa IKJ. Di antaranya Imam Firmansyah dengan 'Ensembel Gambang Kromong'.
Kemudian pemusik Irianto Suwondo yang membawakan musik tanjidor Betawi. Serta berkolaborasi dengan grup tanjidor 'Tiga Saudara Jagakarsa' pimpinan Pak Said. Serta terakhir adalah penampilan dari penari Rosmala Sari Dewi.
Wanita berusia 27 tahun itu akan menampilkan tarian ronggeng kolong Jatinegara yang menjadi penelitian dari studinya. Ia menamakannya 'Tarung Batin'."Nantinya akan ada 350 seniman kampus dan kampung yang berkolaborasi," ujar kurator Otto Sidharta saat jumpa pers di lobi Teater Kecil, TIM, Selasa (24/6/2014).
Pagelaran ini dimentori oleh seniman Sardono W.Kusumo. "Aktivitas kesenian tidak terlepas dari kesenian di kampung-kampung. Di Pasca Sarjana IKJ sendiri ada mata kuliah seni urban," ungkapnya.
Ide 'Bluzuggan Bloes Betawi' ini sudah ada sejak tahun lalu. Nantinya akan menampilkan beberapa karya dari mahasiswa IKJ. Di antaranya Imam Firmansyah dengan 'Ensembel Gambang Kromong'.
Kemudian pemusik Irianto Suwondo yang membawakan musik tanjidor Betawi. Serta berkolaborasi dengan grup tanjidor 'Tiga Saudara Jagakarsa' pimpinan Pak Said. Serta terakhir adalah penampilan dari penari Rosmala Sari Dewi.
Pagelaran ini akan dilaksanakan di depan Teater Jakarta TIM, Kamis (26/6/2014) dari pukul 10 pagi hingga 10 malam. Tak hanya pentas tarian dan tanjidor saja namun juga akan hadir berbagai happening art, angklung anak jalanan, palang pintu, dan video mapping. Serta story telling yang dibawakan oleh Didi Petet.
(tia/mmu)











































