Kini, Happy sedang menyiapkan sebuah biografi yang mengisahkan perjalanan seorang pebisnis perak asal Bali Desak Nyoman Suarti. Buku ini merupakan hasil kerja samanya dengan penerbit dari New York.
"Masih tahap editing di sana, dan belum tahu selesai dari penerbit sananya kapan. Karena kan ada banyak istilah perhiasan yang harus dikroscek," ujarnya usai jumpa pers monolog 'Inggit' di Galeri Indonesia Kaya (5/05/2014).
Buku ini sudah selesai ditulisnya bersama sastrawan asal Bali yang bernama Warih. Biografi ini menceritakan seorang penari bernama Desak Nyoman Suarti yang kemudian menjadi pebisnis perhiasan perak.
"Lebih ke perjalanan dia, awal jadi penari sampai keliling dunia dan belajar buat perhiasan di Amerika. Lalu dia kembali lagi ke kampung halamannya dan membangun usaha bisnis perak."
Menurut Happy, biografi ini ditulis karena keprihatinannya terhadap sejumlah desainer perhiasan tanah air yang desainnya justru dipatenkan oleh orang asing. Ia mencatatnya, ada sekitar 800 karya pengrajin yang dicatut.
"Saya ingin publik tahu, tapi masih tahap editing. Insya Allah tahun ini," jelasnya. Biografi ini merupakan karya perdananya yang diterbitkan oleh Titimangsa Foundation.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Happy juga menulis sejumlah antologi cerpen bersama Titian, Lobakan, 24 Sauh, dan Dari Datuk ke Sangkar Emas. Proyek berikutnya adalah pentas monolog 'Inggit' yang akan digelar 10 Mei mendatang di Teater Jakarta, TIM.












































