Mahkota Tertua Berusia 6000 Tahun Dipamerkan Untuk Pertama Kali

Mahkota Tertua Berusia 6000 Tahun Dipamerkan Untuk Pertama Kali

- detikHot
Selasa, 11 Mar 2014 15:47 WIB
Mahkota Tertua Berusia 6000 Tahun Dipamerkan Untuk Pertama Kali
Dok.Daily Mail
Jakarta - Sebuah mahkota yang diklaim sebagai tertua di dunia untuk pertama kalinya dipamerkan di Amerika Serikat. Mahkota berusia 6000 tahun itu ditemukan di sebuah gua di Padang Pasir Judean Israel, pada 1961 silam.

Bersama mahkota, para ahli juga menemukan lebih dari 400 benda lainnya di gua yang disebut Nahal Mishar Hoard. Benda kuno ini konon berawal dari zaman tembaga, antara 4000-3300 sebelum masehi.

Manfaat benda-benda itu masih jadi misteri. Namun diyakini, digunakan dalam upacara pemakaman tokoh masyarakat. Benda kuno itu berbentuk seperti cincin tebal dengan tambahan seperti pintu di bagian atas. Pessah Bar-Adon dari Departemen Antik Israel adalah orang yang menemukan banyak benda bersejarah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain mahkota tertua, ditemukan juga patung dewa dari tanah liat yang disebut sebagai 'The Lady and Ram of Gilat'. Juga ada sejumlah patung yang terbuat dari tembaga, batu, gading gajah dan tanah liat, benda dari tanduk binatang dan cangkir serta mangkuk dari tanah liat.

Benda-benda bersejarah itu adalah milik kuil Ein Gedi, 12 kilometer dari tempat ditemukannya benda-benda tersebut.



Sekitar 150 artefak koleksi ini bisa dilihat di New York University's Institute untuk studi benda kuno dunia. Mereka juga menjadi bagian dari 'Masters of Fire: Copper Age Art from Israel' dan digelar hingga 8 Juni mendatang.

Daniel M. Master, Professor of Archaeology at Wheaton College menyatakan, "Hal yang menyenangkan dari periode ini adalah banyak inovasi yang menunjukan teknologi di masa kuno di dunia ribuan tahun lalu," ujarnya seperti dilansir Daily Mail, Selasa (11/3/2014).Β 

Ia juga melanjutkan jika masyarakat bereksperimen dengan cara baru. "Tidak hanya menggunakan tembaga, tapi juga kulit, keramik dan tekstil, kadang berhasil kadang tidak."

Direktur dan kurator ISAW Exhibitions Jennifer Y. Chi, menambahkan, "Untuk kacamata modern, sangat mengejutkan bagaimana orang-orang ini, sudah menguasai banyak sistem masyarakat dan teknologi, sudah punya kemampuan untuk menciptakan obyek yang mengandung nilai artistik."

Pameran itu juga menampilkan obyek situs penting lainnya dari gua Peqi'in Cave. Di antara temuan yang berharga di antaranya delapan ossuaries atau tempat penyimpanan sisa tulang orang yang sudah meninggal. Beberapa desain dibuat semacam wajah manusia atau patung yang berhias pola zigzag atau garis merah.

Ossuaries itu berisi tulang belulang lebih dari seorang yang sebagian besar adalah pria. Mereka yang tulangnya dimasukkan ke wadah tersebut adalah anggota masyarakat terpandang.

(utw/tia)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads