Bros Celtic Jarahan Bangsa Viking Berusia 1000 Tahun Ditemukan

Bros Celtic Jarahan Bangsa Viking Berusia 1000 Tahun Ditemukan

Utami Widowati - detikHot
Selasa, 07 Jan 2014 14:20 WIB
Bros Celtic Jarahan Bangsa Viking Berusia 1000 Tahun Ditemukan
Jakarta - Sebuah bros berusia 1000 tahun yang diyakini adalah hasil jarahan bangsa Viking, ditemukan di gudang koleksi British Museum, seperti dilansir The Guardian. Bros yang diduga berasal dari abad ke delapan atau sembilan itu ditemukan kurator museum tanpa sengaja. Pasalnya tidak ada seorangpun yang tahu keberadaan benda itu hingga saat ini.

Barry Ager, kurator dan ahli soal Viking di British Museum, sedang meneliti sebuah artefak ketika sebuah kilau metal menarik perhatiannya dari sebuah gumpalan organik. Ager lalu meminta timnya untuk melakukan pemeriksaan dengan X-ray. "Pada saat itu aku sama sekali tidak tahu apa yang ada didalam gumpalan itu. Ini benar-benar penemuan yang mengejutkan," kata Ager pada The Guardian.

"Betapa terkejut kami menemukan itu adalah semacam bros berbentuk cakram asal Celtic. Kami yakin ini termasuk yang koleksi langka," kata Ini menunjukkan ada hubungan antara Inggris dan Norwegia di periode Viking. "Bisa jadi ini adalah barang rampasan Viking dari Celtic yang kembali ke Inggris."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian sementara ini menyimpulkan gumpalan organik yang membungkus bros tersebut ditemukan saat penggalian situs makam Viking di Lilleberge, Norwegia oleh Alfred Heneage Cocks pada tahun 1880. Cocks lalu menyerahkannya kepada British Museum pada tahun 1891.

Ager yakin bros itu aslinya adalah buatan Irlandia atau Skotlandia, yang ada di semacam kuil suci atau makam. Mungkin kaum Viking mengambilnya dan memasang peniti hingga jadi semacam bros.

Diameter bros itu mencapai enam centimeter dan ditemukan di dalam makam seorang wanita Viking berstatus tinggi. Permukaaan bros dihiasi dengan ukiran semacam bentuk ikan duyung yang saling terkait dengan ukiran lainnya.

"Pola ukiran ini sangat berkaitan dengan hiasan metal dan manuskrip Celtic di abad ke delapan hingga abad ke sembilan. Seperti juga yang bisa kita temui di bros Tara dan buku Mac Regol," kata Ager.
Β 
Ager menyebut ukiran itu tergolong sangat halus, "Juga pasti punya nilai yang tinggi saat itu. Viking sendiri saat itu juga punya keterampilan mengolah logam yang sangat baik. Jadi saya sangat yakin, bros ini langsung menarik perhatian para Viking itu."

Bros itu bukan satu-satunya benda yang ditemukan dari situs pemakaman itu. Ada pula dua bros oval lain dan perhiasan dengan manik-manik. Juga ada tulang paus yang tampaknya digunakan untuk menyajikan makanan.

"Saat itu memang sangat umum mengubur orang dengan berbagai peralatan pribadi mereka. Mereka masih menganut agama pagan, jadi inilah standar pemakaman ala viking," kata Ager.

Riset besar sudah dilakukan. Bahkan gumpalan organik tempat bos itu menempel sudah disimpulkan adalah bekas kotak kayu dengan kain.

Memisahkan bros dari gumpalan organik itu sangat sulit. Para ahli membutuhkan banyak peralatan untuk menjaga bagian tekstil Viking langka yang menempel di bros agar tak ikut rusak. Hanya perlu penelitian tambahan untuk membuktikan kain tersebut memang berasal Inggris.

Bros itu akan dipamerkan untuk umum pada bulan Maret hingga Mei dimana juga akan diceritakan sejarah Eropa. Akan ada juga pameran besar bertitel 'Vikings: Life and Legend', yang lebih fokus pada masa Viking daair akhir abad ke delapan hingga awal abad 11.







(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads